Ex pabrik Gula Kalibagor, didirikan tahun 1839

BANYUMAS | Cyberpolri.id - Pabrik gula pertama dan pelopor revolusi industri di Banyumas, Jawa Tengah. 

Pabrik ini menjadi pusat industri penting di masa Hindia Belanda, menggunakan tenaga manusia dan hewan pada awal operasionalnya, kemudian berkembang dengan teknologi modern. 

Sabtu (13/9/2025)

Berhenti beroperasi sekitar tahun 1996-1997 akibat kerugian dan menurunnya pasokan tebu, kini bangunannya telah diubah menjadi pabrik garmen PT Sansan Saudaratex Jaya. 

Sejarah dan Perkembangan 

Pendirian dan Teknologi Awal:

Pabrik Gula Kalibagor didirikan pada tahun 1839 oleh pengusaha Inggris, Edward Cooke, dan menjadi pabrik gula pertama di wilayah Karisedenan Banyumas. Awalnya, pabrik ini menggunakan teknologi tradisional dengan tenaga manusia dan hewan untuk menggiling tebu.

Peran dalam Industri:

Kehadiran pabrik ini menjadi pencetus revolusi industri di Banyumas dan memicu perkembangan industri gula di Indonesia.

Perkembangan Modern:

Seiring waktu, mesin-mesin modern diperkenalkan untuk menggantikan metode tradisional dalam penggilingan tebu.

Periode Penutupan:

Pabrik ini berhenti beroperasi sekitar tahun 1996-1997, disebabkan oleh kerugian besar dan penurunan pasokan tebu akibat berkurangnya minat masyarakat menanam tebu.

Kondisi Saat Ini

Perubahan Fungsi:

Bangunan utama bekas Pabrik Gula Kalibagor telah direnovasi dan kini difungsikan sebagai pabrik garmen oleh PT Sansan Saudaratex Jaya. 

Warisan Sejarah:

Kompleks pabrik ini dulunya mencakup pabrik utama, perumahan pegawai Belanda, dan jalur kereta tebu. Saat ini, bangunan utama masih berdiri, meskipun beberapa bangunan lain terbengkalai. 

Peninggalan:

Di dalam kompleks pabrik masih terdapat makam keluarga Belanda sebagai pengingat kejayaan industri gula di Banyumas pada masanya. Bangunan ini juga sudah terdaftar sebagai bangunan cagar budaya Kabupaten Banyumas.


(Nang)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama