JAKARTA | Cyberpolri.id - Purbaya Jor-joran, BI Turut All Out Dorong Ekonomi! Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menunjukkan kekompakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Kamis, (18/9/2025)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perekonomian Indonesia masih tumbuh di bawah kapasitas, sehingga diperlukan dorongan ekstra dari sisi fiskal. Sejalan dengan itu,
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa BI juga telah mengambil langkah “all out” untuk memperkuat daya dorong ekonomi. Salah satu kebijakan besar adalah pemindahan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia ke perbankan.
Kebijakan ini bertujuan menambah likuiditas di sistem keuangan agar penyaluran kredit bisa lebih lancar dan mendukung aktivitas usaha.
Selain itu, BI juga memangkas suku bunga acuan sebanyak lima kali sepanjang tahun ini, terakhir sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%.
Penurunan suku bunga ini diharapkan membuat pinjaman lebih murah sehingga dapat merangsang konsumsi masyarakat dan ekspansi dunia usaha.
Tak hanya itu, BI juga menggelontorkan likuiditas tambahan melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder senilai Rp217 triliun. Likuiditas di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pun berkurang Rp200 triliun, menandakan pergeseran dana untuk mendukung sektor riil.
Semua langkah ini dirancang agar perekonomian dapat bergerak lebih cepat, tanpa melupakan aspek stabilitas keuangan dan inflasi yang tetap harus dijaga.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal ekspansif dari pemerintah dan pelonggaran moneter dari BI, harapannya pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa kembali ke jalur optimal.
Strategi “all out” cukup kuat untuk membawa Indonesia masuk ke era pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan
(Nang)

