PONOROGO | Cyberpolri.id — Sabtu (11/10/2025), masyarakat Ponorogo kembali dibuat geram oleh dugaan praktik tidak terpuji yang terjadi di Terminal Seloaji, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Sejumlah warga menilai fasilitas umum di kawasan terminal tersebut kurang terawat, sementara di lapangan muncul dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) di area pencucian bus serta parkir ilegal di depan pintu keluar terminal.
Selain itu, sejumlah tanaman yang berfungsi sebagai penghijauan dilaporkan ditebang untuk dijadikan lahan parkir. Kondisi ini memantik reaksi keras dari publik yang menilai bahwa fungsi pengawasan dan kepemimpinan di lingkungan terminal telah melenceng dari semestinya.
Beberapa pihak bahkan menyoroti perilaku oknum Kepala Terminal Seloaji yang dinilai arogan dan kerap bertindak semena-mena terhadap bawahannya. Ia diduga kerap mengeluarkan ancaman mutasi kerja hingga ke luar daerah, seperti Bali atau Pacitan.
Banyak kalangan menilai hal tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang yang sudah terlalu sering terjadi, namun dibiarkan tanpa penindakan berarti.
Seorang warganet menulis dalam kolom komentar:
“Kami berharap ini bisa menjadi cermin dan mengetuk pintu hati Kepala Terminal Seloaji. Jangan sampai citra instansi tercoreng karena kebijakan yang tidak pro-rakyat.”
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Terminal Seloaji belum memberikan keterangan resmi terkait desakan publik agar segera menertibkan area terminal dan mengembalikan fungsi kios serta lahan parkir sebagaimana mestinya.
Aduan Warga Terkait Parkir Berbayar di Terminal
Salah satu warga, Avan Gardy, asal Jabung, Ponorogo, turut menyampaikan keluhan terkait dugaan pungutan liar di area parkir Terminal Seloaji.
Berikut isi pengaduan yang diterima redaksi Cyberpolri.id
“Mohon izin menyampaikan pengaduan terkait parkir di Terminal Seloaji Ponorogo. Sebelumnya terima kasih sudah ada plang bertuliskan ‘Pengantar/Penjemput Parkir Gratis’. Namun faktanya, masih ada oknum yang memungut biaya parkir. Kejadiannya tadi sore di area terminal. Mohon untuk ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Jika tidak ada tindak lanjut, kami akan melapor melalui SP4N Lapor.”
Masyarakat berharap, pihak pengelola Terminal Seloaji, dalam hal ini Wassatpel TTA Seloaji, Pak Dendy, dapat segera melakukan evaluasi dan tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang diduga terlibat, demi menjaga kepercayaan publik serta menciptakan lingkungan pelayanan yang transparan dan bersih dari pungli.
Cyberpolri.id akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga ada langkah konkret dari pihak berwenang.
Tim. Redaksi

