Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Boyolali Agus Irawan, Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto, S.I.K., M.H., jajaran Forkopimda, Forkopimcam Ampel, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat. Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan TMMD yang telah berjalan sejak awal Oktober 2025.
Dalam amanatnya, Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan TMMD di Desa Candi.
“TMMD bukan hanya membangun sarana fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kebersamaan inilah pemerataan pembangunan dan ketahanan wilayah dapat diwujudkan,” ujarnya.
Usai upacara, rombongan Forkopimda Boyolali melakukan peninjauan sekaligus peresmian hasil pembangunan infrastruktur TMMD. Sejumlah kegiatan fisik yang telah rampung dikerjakan antara lain:
Betonisasi jalan sepanjang 213 meter (lebar 4 m, tebal 0,15 m),
Betonisasi tambahan sepanjang 98 meter (lebar 3 m, tebal 0,15 m),
Pemasangan batu kali kombinasi beton bertulang (DPT) setinggi 0,5–0,6 meter sepanjang 297 meter,
Pembuatan saluran beton sepanjang 153 meter.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan semangat gotong royong antara masyarakat dan prajurit TNI. Total anggaran yang digunakan mencapai Rp786.600.000, yang bersumber dari APBD I Provinsi Rp244 juta, APBD II Kabupaten Rp500 juta, dan swadaya masyarakat Rp42,6 juta.
Selain kegiatan fisik, TMMD juga menyelenggarakan berbagai program non-fisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, hukum, kesehatan, pertanian, dan ketahanan pangan. Program-program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran nasionalisme, kesejahteraan, serta kemandirian masyarakat pedesaan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Boyolali Agus Irawan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran TNI dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan TMMD.
“TMMD memberi dampak nyata bagi masyarakat pedesaan. Pembangunan jalan dan infrastruktur ini akan memperlancar akses antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkap Bupati.
Rangkaian kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap IV Kodim 0724/Boyolali berlangsung selama 30 hari, mulai 8 Oktober hingga 6 November 2025, dengan melibatkan personel TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Boyolali, dan masyarakat setempat.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, rombongan Forkopimda bersama Dandim dan Bupati Boyolali melanjutkan acara sarasehan di kediaman Bapak Harnowo, tokoh masyarakat Desa Candi. Sarasehan tersebut menjadi ajang silaturahmi dan dialog antara aparat pemerintah, TNI, dan warga, guna mempererat hubungan serta menampung aspirasi masyarakat demi kemajuan Desa Candi ke depan.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pelaksanaan TMMD di Desa Candi diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun Boyolali yang semakin maju, tangguh, dan sejahtera.



