REFORMASI POLISI MASA DEPAN – REVOLUSI POLISI

SURAT TERBUKA UNTUK PEMERINTAH DAN KAPOLRI


Kepada Yth.

Pemerintah Republik Indonesia

Bapak Kapolri

di Tempat


Dengan hormat,


Kita telah memahami fakta dan realita pahit yang terjadi di negeri ini:

Bahwa jutaan peristiwa hukum di bumi Indonesia sering kali bukan lahir dari keadilan, melainkan dari kesewenang-wenangan oknum pejabat negara, pelayan rakyat, bahkan mereka yang seharusnya menjadi pengayom rakyat, namun justru menjadi “penguasa kecil” yang arogan dan sombong.

Mereka lupa, bahwa pemilik sejati kedaulatan negara ini adalah rakyat — rakyat adat pribumi — yang dari keringat dan pajaknya negara ini berdiri. Ironisnya, senjata dan seragam yang dibeli dari uang rakyat sering digunakan bukan untuk melindungi, tapi justru menakuti dan menindas rakyat.

Apakah aparat dan pejabat hari ini lupa pada sejarah bangsa sendiri?

Lupa bahwa bangsa ini merdeka bukan karena kekuasaan segelintir orang, tapi karena darah dan air mata rakyat kecil, para pejuang tanpa nama, para ibu dan ayah yang berani melawan penjajahan?

Kini, watak penjajah seolah hidup kembali di tubuh sebagian oknum kekuasaan.

Perintah rakyat diabaikan, hukum diperdagangkan, dan suara keadilan dibungkam dengan alasan formalitas hukum yang kehilangan hati nurani.

Kami tidak ingin melihat Polri menjadi alat penguasa yang menakutkan, tetapi kami ingin melihat Polri menjadi pengayom yang menguatkan. Polisi yang berdiri di tengah rakyat, bukan di atas rakyat. Polisi yang menegakkan hukum dengan nurani, bukan dengan tarif. Polisi yang menentang ketidakadilan, bukan membungkamnya.

Reformasi Polisi masa depan adalah revolusi hati nurani — membangun kembali semangat Bhayangkara sejati, bukan sekadar mengejar jabatan dan bintang di pundak.

Dan di penghujung surat ini, kami titipkan harapan besar dari rakyat yang masih mencintai bangsanya:

 "Kami merindukan kepemimpinan seperti Jenderal Hoegeng — polisi jujur yang tak bisa dibeli, berani berkata benar, dan berpihak pada keadilan rakyat. Semoga semangat Jenderal Hoegeng terlahir kembali dalam tubuh Polri masa depan."

Hormat kami,

Sugiyatnoko (Purn TNI)

Panglima Komando Nasional Brigade 487/Sapu  Jagad

Detasemen 86

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama