Tiga Ini Bikin Halu: Dari Narkoba, Judi Online hingga Pinjol, Polsek Kedawung Turun Tangan Selamatkan Ibu-Ibu Wonokerso

SRAGEN | Cyberpolri.id - Hujan yang mengguyur Desa Wonokerso, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Selasa (27/1/2026), tak menyurutkan langkah puluhan ibu-ibu PKK untuk berkumpul di Aula Balai Desa. 

Di balik suasana sederhana itu, Polsek Kedawung menghadirkan peringatan serius, tiga ancaman laten yang kini “bikin halu” masyarakat, mulai narkoba, judi online, dan pinjaman online.

Melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Penyuluhan (Binluh), Polsek Kedawung tampil bukan sekadar sebagai penegak hukum, tetapi sebagai mitra sosial yang hadir menyentuh akar persoalan keluarga. 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Kedawung Aiptu Lisa Megawati, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Wonokerso Aiptu Heru Eko serta bersinergi dengan Puskesmas Kedawung.

Sekitar 60 ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti pemaparan materi. Dalam penyuluhannya, Aiptu Lisa Megawati menjelaskan secara lugas dan membumi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, mulai dari dampak kesehatan, kerusakan mental, hingga risiko penularan penyakit mematikan seperti HIV/AIDS akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian.

Tak kalah mengkhawatirkan, judi online disebut sebagai “penyakit baru” yang menyusup ke ruang privat keluarga melalui gawai.

Dijelaskan bahwa segala bentuk permainan daring yang mengandung unsur taruhan, menang-kalah, hingga top up saldo, merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dalam UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 serta Pasal 426 dan 427 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara dan denda hampir Rp2 miliar.

Sementara itu, fenomena pinjaman online (pinjol) ilegal juga menjadi sorotan tajam. Gaya hidup konsumtif, diskon semu, dan kemudahan cicilan disebut sebagai pintu awal jeratan utang digital. 

Tak sedikit kasus berakhir tragis, mulai dari tekanan psikologis berat hingga tindakan bunuh diri.

Kepala Puskesmas Kedawung I dr. Agus Sukaca bersama tim kesehatan turut menguatkan pentingnya peran keluarga, khususnya kaum ibu, sebagai benteng pertama pencegahan narkoba dan masalah sosial lainnya.

Kegiatan ditutup dengan doa dan suasana penuh keakraban. Pesan yang tertinggal jelas, mencegah jauh lebih murah daripada mengobati, dan menjaga keluarga adalah tanggung jawab bersama. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama