JAKARTA | Cyberpolri.id – Kamis (12/2/2026),Menteri Purbaya kembali membuat gebrakan dengan mengusulkan agar penyaluran dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara langsung melalui transfer ke rekening orang tua murid.
Menurutnya, orang tua merupakan “manajer terbaik” dalam memastikan kebutuhan gizi anak-anak mereka terpenuhi. Skema ini dinilai sebagai solusi mutakhir untuk memangkas rantai birokrasi yang panjang serta menghindari potensi pemborosan anggaran pada biaya administrasi dan pengelolaan katering.
Dalam simulasinya, Purbaya merinci setiap anak akan menerima:
Rp15.000 per hari makan
Rp75.000 per minggu (5 hari sekolah)
Rp300.000 per bulan yang ditransfer langsung ke orang tua
“Daripada uangnya habis untuk bayar admin katering atau pengemasan, lebih baik Rp300.000 itu utuh dipegang ibu-ibu. Mereka lebih tahu cara belanja di pasar agar anak makan daging dan sayur segar setiap hari,” ujarnya.
Selain memangkas birokrasi, skema ini juga disebut memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya:
Lebih higienis: Masakan rumah dinilai lebih terjamin kebersihannya dan minim bahan pengawet dibandingkan katering massal.
Menggerakkan ekonomi rakyat: Dana Rp300.000 per siswa akan langsung berputar di pasar tradisional, menguntungkan pedagang sayur, tukang daging, dan pelaku UMKM, bukan terpusat pada perusahaan besar.
Ramah lingkungan: Mengurangi potensi jutaan sampah kotak plastik atau styrofoam setiap harinya.
Usulan ini pun memantik berbagai tanggapan publik, terutama terkait efektivitas pengawasan dan mekanisme distribusinya ke depan.
(Nang)
.jpeg)
