Prosesi Susuk Wangan di Sruwen, Merawat Air dan Tradisi Menyambut Hari Jadi Kabupaten Semarang ke-505

SEMARANG | Cyberpolri.id — Di bawah langit pagi yang bersahabat, aliran air Kali Ringin di Desa Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menjadi saksi khidmatnya sebuah tradisi luhur yang terus dirawat lintas generasi. Pada Minggu pagi, 8 Februari 2026, pukul 08.00 WIB, masyarakat Desa Sruwen menggelar Kenduri atau Slametan Susuk Wangan, ritual pengambilan air suci Puspitasari sebagai wujud syukur sekaligus penghormatan terhadap sumber kehidupan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sruwen, H. Supangat Abdul Manan, dan diikuti sekitar 150 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, warga desa, serta para pengguna dan pemanfaat air dari sumber Kali Ringin. Sebelum prosesi utama dilaksanakan, warga terlebih dahulu menggelar kerja bakti membersihkan area umbul dan lingkungan sumber mata air, sebagai simbol penyucian lahir dan batin.

Air Puspitasari yang diambil dari Kali Ringin bukan sekadar air. Ia dimaknai sebagai sari kehidupan, doa yang mengalir, serta harapan akan keberkahan dan keseimbangan alam. Air tersebut menjadi bagian dari rangkaian besar pengambilan air dari berbagai desa di Kabupaten Semarang, yang kemudian disatukan untuk prosesi Jamasan Pusaka Kabupaten, yakni ritual merendam pusaka sebagai simbol penyucian dan peringatan Hari Jadi Kabupaten Semarang ke-505.

Kepala Desa Sruwen, H. Supangat Abdul Manan, menegaskan bahwa tradisi Susuk Wangan bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana menjaga harmoni sosial dan ketentraman warga.

“Kegiatan ini kami laksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur, sekaligus ikhtiar menjaga ketentraman, kebersamaan, dan kelestarian sumber air. Tradisi ini sudah berjalan sejak lima tahun lalu dan akan terus kami pertahankan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar ritual, Kenduri Susuk Wangan menjadi ruang perjumpaan sosial, tempat doa, gotong royong, dan nilai-nilai kearifan lokal bertemu. Di tengah arus modernisasi, warga Sruwen menunjukkan bahwa menjaga tradisi sama artinya dengan menjaga identitas dan sumber kehidupan.

Air terus mengalir, doa pun menyertainya. Dari Kali Ringin di Desa Sruwen, harapan mengalir menuju Kabupaten Semarang Serasi,menyatu dalam pusaka, menyambut usia ke-505 dengan semangat kebersamaan, kelestarian, dan keberlanjutan.


Aj.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama