Tokoh Masyarakat Bertemu Presiden Prabowo Bahas Kondisi Bangsa

JAKARTA| Cyberpolri.id - Sabtu (31/1/2026),Menhan Sjafrie Sjamsoeddin  tokoh oposisi bertemu Presiden Prabowo akhir pekan ini. Saat ditanya siapa saja tokoh oposisi yang bertemu Presiden Prabowo . Menhan Sjafrie menjawab, "lupa." Bahkan, tempatnya pun tak mau diberi tahu.

Tapi, Mensesneg Prasetyo Hadi, tak mau memakai diksi tokoh oposisi bertemu Presiden Prabowo. Ia lebih memakai diksi tokoh masyarakat. Bahkan, dua orang di antaranya disebut, yakni Pakar Politik Siti Zuhro dan Mantan Kabareskrim Susno Duadji.

Siti Zuhro yang mulai bersuara tentang adanya pertemuan dengan Presiden Prabowo itu agaknya lebih cocok dengan diksi Mensesneg Prasetyo Hadi. "Mana mungkin saya tokoh oposisi, saya ASN." Kira-kira begitulah kata Siti Zuhro. Mungkin lebih tepatnya, kelompok kritis, dalam masyarakat.

Kalau netizen agak mengamati situasi belakangan ini, ada pertemuan tokoh-tokoh kritis sebelum ini di rumah M. Said Didu. Konon, ada sekitar 50-an orang berkumpul, dan Siti Zuhro serta Susno Duadji, dua orang di antaranya. Ada Gatot Nurmantyo juga.

Bisa jadi mereka yang berkumpul di rumah M. Said Didu itulah yang bertemu dengan Presiden Prabowo di Kertanegara. Sebelum bertemu Presiden Prabowo mereka berkumpul lebih dulu di rumah M. Said Didu untuk konsolidasi menyampaikan apa yang akan disampaikan saat bertemu Presiden Prabowo.

Perlu digarisbawahi bahwa kelompok-kelompok kritis yang bertemu Presiden Prabowo itu adalah kelompok yang relatif terpinggirkan di era Presiden Jokowi. Sebelumnya, sebetulnya mereka sebagian adalah pendukung militan Presiden Prabowo.

Kalau keterangan dari Menhan Sjafrie Sjamsoeddin hasil pertemuan itu sangat positif sekali. Tercapai kesepakatan bahwa mereka akan saling membantu di posisi masing-masing. Selama ini ada hambatan komunikasi saja. Itu yang akan diperbaiki ke depan.

Agaknya Presiden Prabowo memanfaatkan sekali pertemuan itu untuk mengungkapkan isi hatinya, masalah yang sedang dihadapinya, dan apa yang akan dilakukannya ke depan. Kebersamaan adalah kunci untuk menghadapi tantangan ke depan.

Harapan itu masih ada, meski potensi konflik terbuka bisa terjadi di mana dan kapan saja. 


(Nang)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama