JAKARTA | Cyberpolri.id – Rabu (18/3/2026),PT Agrinas Pangan Nusantara menjadi sorotan publik setelah muncul kabar mengenai importasi ratusan ribu kendaraan pikap asal India yang diperuntukkan bagi Koperasi Desa Merah Putih. Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Agrinas Pangan, Joao Angelo De Sousa Mota, memaparkan peran perusahaannya dalam wawancara eksklusif bersama insan pers.
Joao menegaskan bahwa keterlibatan Agrinas Pangan didasarkan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 serta berada di bawah pengawasan Kementerian Koperasi.
“Kami bekerja berdasarkan instruksi presiden dan kontrak. Sesuai aturan yang ada, kami fokus pada pembangunan gerai serta penyediaan sarana dan prasarana koperasi,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah model pembangunan yang diterapkan, yakni konsep karya bakti padat karya tanpa menggunakan sistem kontraktor. Dalam skema ini, Agrinas Pangan bekerja sama dengan Mabes TNI yang menggerakkan Babinsa di setiap Kodim untuk berkoordinasi dengan kepala desa dalam mencari aset desa sebagai lokasi pembangunan.
Masyarakat desa pun dilibatkan langsung dalam proses pembangunan koperasi.
“Benar-benar dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat,” tegas Joao.
Setiap unit koperasi nantinya akan dilengkapi dengan gedung di atas lahan seluas 600 meter persegi, serta berbagai fasilitas penunjang seperti kasir, rak display, mesin EDC, AC, satu unit truk, satu unit pikap, dan dua unit motor roda tiga.
Joao juga menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih dibangun di luar struktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Oleh karena itu, komunikasi Agrinas Pangan lebih banyak dilakukan melalui jalur Babinsa di masing-masing desa.
Terkait pengelolaan operasional koperasi setelah pembangunan selesai, Agrinas Pangan mengaku belum mendapatkan mandat dari pemerintah dan masih menunggu regulasi lanjutan. Namun demikian, pihaknya menyatakan siap apabila diberi kepercayaan untuk menjalankan tugas tersebut.
“Sebagai BUMN, kami siap menjalankan perintah. Ini adalah program prioritas nasional presiden,” pungkasnya.
(Nang)

