Di Balik Layanan 110, Kisah Suka Duka Operator Hotline Polres Sragen Saat Arus Mudik

SRAGEN | Cyberpolri.id – Di tengah padatnya arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, peran penting tak hanya datang dari petugas di lapangan. Di balik layar, operator hotline layanan 110 Polres Sragen menjadi garda terdepan dalam menerima dan merespons setiap laporan masyarakat secara cepat dan tepat.

Salah satu operator, Aiptu Suwarno, mengungkapkan bahwa selama masa arus mudik, pihaknya terus siaga menerima berbagai aduan dari masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Selamat sore, kami operator layanan 110 Polres Sragen. Selama arus mudik Lebaran ini, kami selalu siap menerima setiap laporan dan keluhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, total panggilan yang masuk selama periode arus mudik mencapai 87 panggilan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 laporan berhasil ditangani dengan baik, sementara 12 panggilan lainnya merupakan misscall.

Beragam laporan diterima, mulai dari pemudik yang tersesat di wilayah Sragen, permintaan bantuan darurat, hingga kondisi masyarakat yang panik di perjalanan. Situasi tersebut menuntut operator untuk tetap tenang dan sigap dalam menggali informasi sebelum diteruskan kepada petugas di lapangan.

“Suka duka tentu kami rasakan, mulai dari membantu pemudik yang tersesat, hingga menerima panggilan darurat dalam kondisi panik,” jelasnya.

Di balik tekanan tugas, terdapat kepuasan tersendiri ketika bisa membantu masyarakat. Bagi Aiptu Suwarno, peran sebagai operator bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian dan ibadah.

“Namun bagi kami, bisa membantu masyarakat adalah kebanggaan tersendiri. Terlebih kegiatan ini kita bisa sambil beribadah,” ungkapnya.

Meski demikian, tantangan juga kerap dihadapi. Salah satunya adalah adanya panggilan iseng yang masuk ke layanan 110, yang dapat mengganggu efektivitas pelayanan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Dukanya, kalau ada laporan yang hanya iseng, kami harus lebih sabar, apalagi di tengah menjalankan ibadah puasa,” tambahnya.

Sementara itu, Pamapta Polres Sragen, Ipda Dicky, menyampaikan bahwa layanan 110 memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran Operasi Ketupat Candi 2026, khususnya dalam memastikan setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Dengan dedikasi tinggi, para operator hotline 110 Polres Sragen terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Sragen.

Di balik kesibukan dan tekanan yang ada, mereka tetap bekerja dalam senyap, menjadi penghubung harapan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan di saat darurat.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama