MAGETAN | Cyberpolri.id – Kamis (5/3/2026),Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Magetan kembali menorehkan prestasi dengan menembus pasar internasional.
Keripik Tempe H&G yang diproduksi di Kelurahan Tebon, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, resmi melakukan ekspor perdana ke Maladewa (Maldives).
Ekspor ini menjadi langkah baru bagi pemasaran produk lokal Magetan di pasar global. Keripik Tempe H&G terpilih sebagai salah satu perwakilan UMKM Jawa Timur dalam program “UMKM Bisa Ekspor” yang menyasar pasar kawasan Asia Selatan.
Owner Keripik Tempe H&G, Ita Listiani, mengaku bersyukur usaha yang dirintisnya sejak tahun 2002 kini mampu menembus pasar luar negeri. Ia menuturkan bahwa usaha tersebut awalnya dijalankan dari rumah sederhana.
“Awalnya kami merintis usaha ini dari rumah kecil. Sekarang alhamdulillah bisa sampai ekspor,” ujar Ita saat ditemui di lokasi pelepasan ekspor di Gang Lawu RT 05 RW 02, Kelurahan Tebon.
Saat ini, Keripik Tempe H&G mampu memproduksi sekitar 100 bungkus keripik tempe per hari dengan berbagai ukuran kemasan yang siap dipasarkan ke luar negeri. Selain untuk ekspor, produk tersebut juga terus dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Sementara itu, Bupati Magetan, Nanik Sumantri, yang turut hadir dalam acara pelepasan ekspor tersebut memberikan apresiasi atas capaian UMKM lokal tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Magetan.
“Ini bukan hanya kebanggaan satu pelaku usaha, tetapi kebanggaan seluruh masyarakat Magetan,” ujar Nanik.
Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global.
Pemerintah daerah juga mendorong adanya edukasi dan pendampingan berkelanjutan dari Export Center bagi para pelaku usaha, agar semakin banyak UMKM Magetan yang mampu menembus pasar internasional.
(Nang)

