MADIUN | Cyberpolri.id – Selasa (24/3/2026),Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun tampak lebih ramai dari biasanya. Pasalnya, pada momen Hari Raya Idul Fitri, pihak lapas membuka layanan kunjungan khusus bagi keluarga warga binaan.
Selama tiga hari Lebaran, yakni pada 22 hingga 24 Maret 2026, seluruh warga binaan diberikan kesempatan untuk bertemu dengan keluarga mereka.
Kepala Lapas Kelas I Madiun, Andi Wijaya Rivai, menyampaikan bahwa layanan kunjungan tersebut merupakan agenda rutin yang selalu dibuka setiap perayaan Lebaran. Menurutnya, momen ini menjadi kesempatan penting bagi warga binaan untuk tetap menjalin silaturahmi dengan keluarga.
“Selama tiga hari kami membuka layanan kunjungan. Warga binaan tetap memiliki hak untuk dikunjungi oleh keluarga,” ujarnya.
Meski kunjungan dibuka secara khusus, Andi menegaskan bahwa keluarga yang datang tetap harus mengikuti sejumlah persyaratan dan prosedur keamanan yang berlaku. Setiap pengunjung diwajibkan membawa kartu identitas saat memasuki area lapas.
Selain itu, sistem pengamanan juga diperketat dengan menerapkan tiga lapis pemeriksaan sebelum pengunjung dapat bertemu dengan warga binaan.
“Pertama, pengunjung akan dicap sebagai tanda masuk. Kedua, diberikan gelang pengaman. Ketiga, pengunjung harus menyerahkan KTP yang nantinya ditukar kembali saat keluar dari lapas,” jelasnya.
Andi juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat pada Lebaran tahun ini cukup tinggi. Dalam satu hari, rata-rata terdapat sekitar 450 orang pengunjung yang datang untuk menemui anggota keluarga mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.
“Alhamdulillah antusiasmenya cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa ikatan keluarga masih kuat. Harapannya, mereka tetap merasa menjadi bagian dari masyarakat dan siap kembali berkontribusi setelah bebas nanti,” tuturnya.
Menurut Andi, kunjungan keluarga pada momen Lebaran memiliki dampak positif bagi warga binaan. Selain menjaga hubungan kekeluargaan, pertemuan tersebut juga menjadi motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
“Tujuannya agar mereka tetap memiliki ikatan batin dengan keluarga di luar,” imbuhnya.
Di sisi lain, pihak Lapas Kelas I Madiun juga menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban dan keamanan di dalam lingkungan lapas. Warga binaan diingatkan agar tidak melakukan pelanggaran, termasuk penyalahgunaan narkoba, penipuan, maupun penggunaan alat komunikasi ilegal.
“Kami akan terus menegakkan aturan sesuai arahan pimpinan,” pungkasnya.
(Nang)

