SRAGEN | Cyberpolri.id — Pasca pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 yang berlangsung aman, lancar, dan kondusif di wilayah Kabupaten Sragen, jajaran Polsek Mondokan bergerak cepat melanjutkan langkah pemeliharaan keamanan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan pendekatan humanis dan penuh keakraban.
Pada Jumat (27/3/2026), Kapolsek Mondokan AKP Sukarno, memimpin langsung kegiatan silaturahmi dan sambang kamtibmas kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Mondokan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB hingga 11.30 WIB itu menyasar elemen masyarakat yang selama ini menjadi pilar penting dalam menjaga ketertiban lingkungan, yakni tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur persilatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain AKP Sukarno, Aipda Bram Pujo B, Brigadir Andri Susanto, Kyai Muklis selaku tokoh agama, serta Anas Kuswanto selaku tokoh masyarakat dan Ketua PAC Pagar Nusa Mondokan.
Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Kapolsek Mondokan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sambang biasa, tetapi juga sebagai bentuk penguatan sinergi pasca Operasi Ketupat Candi 2026 yang telah berhasil menjaga situasi wilayah tetap aman selama arus mudik, arus balik, dan perayaan Idul Fitri.
Selain menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Kapolsek juga menitipkan sejumlah pesan kamtibmas strategis kepada para tokoh yang hadir. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah ajakan untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, terutama dalam momentum halal bihalal masyarakat.
Kapolsek Mondokan mengimbau agar kegiatan halal bihalal di masyarakat tidak diisi hiburan musik seperti organ tunggal maupun campursari yang berpotensi mengundang kerumunan besar dan rawan memicu gangguan kamtibmas.
Sebaliknya, masyarakat didorong untuk mengisi kegiatan tersebut dengan pengajian, tausiyah, dan kegiatan keagamaan yang lebih menyejukkan serta mempererat persaudaraan.
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga menyoroti agenda kegiatan masyarakat lainnya, termasuk rencana tes kenaikan sabuk putih perguruan silat PSHT Ranting Mondokan, Cabang Sragen Pusat Madiun.
Dalam hal ini, Kapolsek mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh persilatan untuk ikut berperan aktif menciptakan suasana yang aman, tertib, dan damai selama kegiatan berlangsung.
Respons positif pun datang dari Kyai Muklis selaku tokoh agama Desa Sono. Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kepedulian jajaran Polsek Mondokan yang terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban pasca Lebaran.
Menurutnya, langkah Polsek Mondokan tersebut menjadi bukti bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui silaturahmi, komunikasi, dan kedekatan emosional dengan masyarakat.
Kyai Muklis juga menegaskan dukungannya terhadap imbauan kepolisian agar kegiatan halal bihalal lebih diarahkan pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan, sehingga suasana pasca Idul Fitri tetap sejuk, damai, dan bermartabat.
Dengan berakhirnya Operasi Ketupat Candi yang aman dan sukses, Polsek Mondokan menegaskan komitmennya untuk terus hadir menjaga situasi wilayah melalui langkah-langkah preventif, dialogis, dan humanis.
Langkah ini menjadi gambaran nyata bahwa keamanan pasca Lebaran di Kabupaten Sragen bukan hanya dipertahankan melalui patroli dan pengamanan, tetapi juga dibangun lewat kebersamaan antara polisi, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.

