KAJEN | Cyberpolri.id – Cyberpolri.id. Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi penyelenggaraan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pekalongan yang digelar di Aula Kantor Sekretariat PGRI Kabupaten Pekalongan, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum strategi untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program kerja yang selaras dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
Mewakili Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk PGRI sebagai organisasi profesi guru.
“Pemkab Pekalongan mengajak seluruh pihak, baik sekolah negeri maupun swasta, untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kolaborasi yang kuat diharapkan mampu mendorong peningkatan berbagai indikator pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yulian.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih erat dengan seluruh insan pendidikan agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Muharif, S.Pd., MM, mengapresiasi hubungan harmonis yang selama ini terjalin antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan PGRI. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi modal penting dalam meningkatkan profesionalisme guru sekaligus memperkuat peran organisasi.
Muharif menjelaskan bahwa PGRI menganut prinsip unitaristik, yakni mempersatukan seluruh guru tanpa membedakan jenjang pendidikan, latar belakang, maupun tempat bertugas. Oleh karena itu, seluruh anggota diharapkan terus menjaga persatuan, memperkuat soliditas organisasi, dan membangun semangat kebersamaan.
“Melalui Konferensi Kerja ini, kami berharap lahir program-program yang mampu memperkuat kolaborasi antara PGRI, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan. Jangan sampai masih ada mentalitas silo atau berjalan sendiri-sendiri. Yang dibutuhkan adalah ruang komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang semakin kuat,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan, Kholid, S.IP., MM, tekanan pentingnya menjaga kekompakan sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, kebersamaan akan menjadi kekuatan bagi PGRI untuk terus berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan.
“Kebersamaan harus terus dijaga. Dengan turun langsung ke sekolah-sekolah, mempererat komunikasi dengan anggota, serta mengedepankan semangat gotong royong, PGRI akan semakin kuat dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Melalui Konkerkab I ini, PGRI Kabupaten Pekalongan diharapkan mampu melahirkan program kerja yang adaptif terhadap dinamika dunia pendidikan, meningkatkan profesionalisme guru, serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu mencetak sumber daya manusia unggul.
( w j )

