SAWAHLUNTO| Cyberpolri.id - Jumat (24/10/2025) BRMP Sumatera Barat bersama Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Pendampingan Swasembada Pangan di Kota Sawahlunto.
Dalam arahannya, Salwati selaku Kepala BRMP Sumatera Barat sekaligus penanggung jawab kegiatan swasembada di Provinsi Sumatera Barat menyampaikan bahwa dengan adanya sinergi, koordinasi dan aksi maka diharapkan Kota Sawahlunto dapat menyumbang terwujudnya swasembada pangan. Kegiatan rakor ini dilaksanakan guna menghimpun informasi dan data terkait kegiatan-kegiatan yang mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kota Sawahlunto dan menggali beberapa strategi untuk menjawab berbagai tantangan yang menghambat percepatan pencapaian target daerah dan terget pusat.
Kepala DKP3 Kota Sawahlunto, Henni Purwaningsih menyampaikan bahwa tantangan utama keberhasilan kegiatan swasembada di Kota Sawahlunto, diantaranya lahan sawah yang masih didominasi oleh lahan tadah hujan yaitu sebanyak 55,89%, sedangkan sisanya sebanyak 44,11% merupakan lahan irigasi sederhana yang juga tetap bermasalah ketika curah hujan rendah, hal ini juga yang menyebabkan dampak kemarau panjang sepanjang bulan April hingga Agustus 2025 ini begitu besar hingga menyebabkan kekeringan, tunda tanam, hingga puso.
Adapun strategi yang dapat dilakukan untuk menghadapi beberapa permasalahan tersebut, yaitu optimalisasi penggunaan pompa air pada lokasi lahan yang memiliki sumber air dan mengoptimalkan pemanfaatan lahan di daerah tersebut, mengoptimalkan pemanfaatan kegiatan Optimasi Lahan (OPLAH) karena dampaknya sudah mulai terlihat, monitoring dan evaluasi intensif di seluruh kecamatan hingga nagari untuk mendorong percepatan luas tambah tanam, dan pemanfaatan varietas unggul baru yang sesuai dengan preferensi masyarakat Sumatera Barat yang berumur genjah dan memiliki potensi hasil tinggi.
Dengan demikian diharapkan terjadinya peningkatan indeks pertanaman (IP), produksi, dan produktivitas tanaman sehingga swasembada pangan dapat tercapai dan berkelanjutan
(Nang)

