JAKARTA | Cyberpolri.id - Jumat (24/10/2025),Dalam banyak kasus pidana PBJ peran LKPP sangat kecil, krn bukan pelaku pidana langsung. Namun, pada kasus Chromebook, Nadiem konon melibatkan LKPP, BPKP dan Kejagung dalam proses pengadaan dan pelaksanaan. Artinya, ada kemungkinan LKPP mengetahui bahkan turut mengatur proses tsb.
Sebab:
1. Dalam catatan ICW, program pengadaan Chromebook tidak tercatat atau tidak ditemukan dalam sistem resmi LKPP alias tidak melalui lelang terbuka / tender (LPSE). Ini menimbulkan keraguan akan keterbukaan informasi / transparansi dlm pengadaan tersebut.
2. Lelang mengharuskan proses pengadaan barang/jasa dilakukan secara terbuka, sehingga setiap pihak yang memenuhi syarat dapat mengikuti dan mengakses informasi yang dibutuhkan. Dalam kasus pengadaan laptop Chromebook ini, pengadaan yang hanya dilakukan melalui mekanisme e-purchasing di e-Katalog LKPP, secara sistematis hanya menyediakan akses terbuka bagi penyedia yang terdaftar dan memenuhi persyaratan. Metode ini memungkinkan pemilihan penyedia / vendor minim atau bahkan tanpa kompetisi, manipulasi harga utk mendapatkan keuntungan tidak wajar, kolusi antara pejabat pengadaan dan vendor utk menetapkan harga dan spek tertentu, pencatatan barang fiktif, penyalahgunaan kekuasaan sehingga pejabat pemerintah lainnya merasa sungkan untuk menindaklanjuti kejanggalan pada proses pengadaan akibat benturan kepentingan, serta menyusupkan vendor melalui jalur yang tidak sah.
3. Akibat penguncian spek yang hanya dimiliki Chromebook, maka hanya ada 5 vendor / penyedia domestik asal indonesia yang memenuhi kriteria teknis program chromebook. Diantaranya Advan, Evercross dan Axioo. Saat ini mereka juga dalam pemeriksaan intensif.
Dari fakta dan analisis tersebut, Anda bisa menilai sendiri potensi keterlibatan mantan Kepala LKPP yang juga suami Bupati Ipuk Fiestiandani dalam kasus Chromebook.
Kita do'akan yang baik-baik saja, agar siapapun yang terlibat kasus tersebut segera dihukum dan uang korupsinya dikembalikan ke negara untuk bisa digunakan kepentingan masyarakat.
(Nang)

