Aktivis Geram Tambang Timah Ilegal Kian Marak di Laut Parit Tiga, APH Bermain Mata

BANGKA BARAT | Cyberpolri.id - Selasa (4/11/2025),Perairan Laut Belembang, Semulut, dan Penganak, Kecamatan Parit Tiga di Obrak-abrik Penambang Timah Ilegal

Bangka Barat |  Aktivitas penambangan pasir timah ilegal menggunakan Ponton isap Produksi (PIP) di Perairan Laut Belembang, Semulut, dan Penganak, Kecamatan Parit Tiga, Kabupaten Bangka Barat, semakin tak terbendung. Ironisnya, meski jumlah ponton yang beroperasi sudah mencapai lebih dari 300 unit, tidak terlihat ada langkah tegas dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah setempat. 

Dari hasil investigasi yang dihimpun insan pers pada Rabu, 31 Oktober 2025, aktivitas tambang ilegal ini terus berlangsung dan jumlah ponton yang beroperasi bahkan terus bertambah. 

Informasi ini disampaikan  melalui jaringan komunikasi WhatsApp. Menurutnya, setiap ponton bisa menghasilkan setidaknya satu kampel pasir timah, bahkan ada yang lebih.

“Masih beroperasi seperti biasa, malah makin ramai. Kami sempat silaturahmi ke lokasi, hanya melihat-lihat, tapi langsung diberi peringatan oleh pengurus (Kadus) agar tidak mengambil foto atau merekam video,” ungkap Nelayan

Sebelumnya, aktivitas tambang ilegal ini sempat disorot media dan telah dikonfirmasi ke Polres Bangka Barat serta Polsek Jebus. Namun, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret dari aparat kepolisian maupun tindakan preventif dari pemerintah daerah. 

Hal ini menimbulkan dugaan kuat adanya pembiaran atau bahkan keterlibatan oknum yang “bermain mata” demi keuntungan pribadi.

“Jumlah PIP itu bisa ratusan, dan pola koordinasinya rapi. Sekilas terlihat seperti kegiatan legal. Tapi belum jelas, apakah ada aparat yang ikut bermain atau tidak,” tambah sumber.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, terlebih jika ditinjau dari sisi kerugian negara dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. 

Terumbu karang rusak, ekosistem laut terganggu, dan nelayan lokal menjadi korban utama. Mereka harus menanggung dampak pencemaran dan wilayah tangkap yang semakin menyempit akibat aktivitas PIP yang tidak terkendali.


(Nang)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama