Rahayu… Rahayu… Grace…
Kepada
Yang Terhormat Bapak Presiden Republik Indonesia,
di Tempat.
Dengan segala hormat,
Kami rakyat kecil yang masih percaya bahwa Tuhan Maha Mendengar doa hamba-Nya, datang menyampaikan suara hati — bukan untuk menantang, tetapi untuk menyadarkan.
Kami mohon Bapak Presiden mendengar jeritan hati rakyat yang terdzolimi oleh sistem yang tidak lagi berpihak pada kemanusiaan.
Pemerintah dan sebagian pejabat yang seharusnya menjadi pelayan rakyat, kini berubah menjadi alat kekuasaan yang menindas rakyat sendiri.
Hari ini rakyat melihat,
bagaimana hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas,
bagaimana kebijakan dijadikan tameng kekuasaan,
dan bagaimana oknum pejabat menjadikan jabatan sebagai singgasana pribadi.
Yang lemah dikorbankan.
Yang jujur dikriminalkan.
Yang bersuara dibungkam.
Dan rakyat hanya bisa berdoa — berharap Tuhan masih sudi memihak pada kebenaran.
Bapak Presiden yang kami hormati,
Bangsa ini tidak butuh pejabat yang berkuasa seperti Firaun.
Bangsa ini butuh pemimpin yang berjiwa manusia, berhati nurani, dan berpihak pada keadilan.
Kami tidak membawa senjata,
tapi kami memiliki peluru kebenaran.
Kami tidak punya kekuatan politik,
tapi kami memiliki amunisi doa dan semangat perjuangan.
Karena kami percaya,
bahwa doa rakyat tertindas jauh lebih kuat dari benteng kekuasaan manapun.
Dan kebenaran, seberapa pun lama ia dipadamkan, pada akhirnya akan menyala kembali.
Dengan segala kerendahan hati,
kami mohon kepada Ibu-Ibu Wanita Tangguh Indonesia, khususnya Bunda Wati di Jakarta,
untuk ikut menyuarakan aspirasi rakyat kecil — agar jeritan ini sampai ke telinga dan hati Bapak Presiden.
Sampaikan kepada beliau,
bahwa rakyat sudah lelah melihat ketidakadilan dibiarkan hidup begitu lama.
Sampaikan bahwa kami masih setia kepada bangsa dan negara,
namun kami tidak rela melihat rakyat terus ditindas oleh sistem yang mati rasa.
Bapak Presiden,
jangan biarkan sejarah mencatat bahwa di masa kepemimpinan Anda,
rakyat berjuang sendirian melawan kesewenang-wenangan pejabat negara.
Kami mohon — Bangunkan kembali nurani bangsa ini.
Tegakkan keadilan sebelum rakyat benar-benar kehilangan harapan.
Karena ketika pemerintah berubah menjadi robot kekuasaan,
maka rakyatlah yang harus menjadi jiwa bagi bangsa yang hidup.
Dengan hormat dan doa yang tulus,
kami sampaikan surat terbuka ini sebagai suara nurani rakyat Indonesia.
Rahayu untuk seluruh pejuang kebenaran.
Tegakkan keadilan, demi kemanusiaan dan bangsa.
Hormat kami,
Sugiyatnoko
Purnawirawan TNI
Panglima Komando Nasional Brigade 487/SJ
Detasemen 86
Atas Nama Rakyat Tertindas Indonesia

