JOMBANG | Cyberpolri.id — Anniversary ke-4 GeNaH bertema “Bersatu Kabarkan Semangat Perjuangan” menjadi momentum evaluasi sekaligus konsolidasi gerakan sipil di Jombang yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Jombang. Dalam pergerakannya, GeNaH turut memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta membuka posko pengaduan rakyat di kawasan Kebon Rojo.
“Alhamdulillah, tuntutan utama dalam gerakan itu tercapai. Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh elemen, termasuk Ketua Aliansi Rakyat Jombang, Pak Hartono,” ujar Hendro dalam sambutannya. Ia kemudian mengajak seluruh aktivis, LSM, dan insan pers untuk terus memperkuat kolaborasi.
“Mari kita bersatu, bergandengan tangan, dan terus berjuang untuk Jombang yang lebih adil dan transparan,” imbuhnya.
Perwakilan Polres Jombang, Budi Winarno, yang hadir mewakili Kapolres Jombang, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat atas ulang tahun ke-4 GeNaH.
“LSM GeNaH merupakan salah satu LSM yang aktif dan bermanfaat. Semoga ke depan semakin maju dan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Jombang,” ungkapnya.
Dari unsur Pemerintah Kabupaten Jombang, sambutan disampaikan oleh Budi dari Kesbangpol yang mewakili Bupati Jombang. Dalam pesannya, usia empat tahun disebut sebagai fase penting untuk memperkuat pondasi organisasi.
“LSM tidak hanya berfungsi sebagai kontrol sosial, tetapi juga motivator, pemberdaya masyarakat, dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan,” ucapnya.
Pemkab Jombang juga mengapresiasi peran GeNaH dalam advokasi publik dan pengawasan kebijakan, serta keterlibatannya sebagai pemantau Pilkada 2024 yang terakreditasi KPU.
“Kami berharap GeNaH terus menjadi mitra kritis yang konstruktif, objektif, beretika, dan bertanggung jawab demi kemaslahatan masyarakat Jombang,” tegasnya.
Sesi refleksi kemudian diakhiri dengan testimoni dari aktivis senior Jombang, Hadi, yang memberikan pandangan kritis mengenai peran ideal LSM. Menurutnya, LSM harus kembali pada fitrah awal: penguatan dan edukasi masyarakat.
“Kritik itu penting, tapi harus berpijak pada data, fakta, dan realitas lapangan. LSM bukan untuk memaki atau mencari-cari kesalahan, tetapi memberi pencerahan dan solusi,” katanya.
Hadi juga menekankan pentingnya autokritik internal agar LSM tidak merasa paling benar dan tetap menjaga marwah gerakan sosial.
“Empat tahun usia GeNaH adalah momentum evaluasi. Saya melihat GeNaH cukup ‘genah’ dalam gerakannya. Semoga terus tumbuh dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan mengusung semangat “Bersatu Kobarkan Semangat Perjuangan”, Anniversary ke-4 LSM GeNaH menegaskan bahwa perjuangan masyarakat sipil di Jombang tetap menyala — kritis, kolaboratif, dan berpihak pada kepentingan publik.
(MBS/Ririn)

