Tanah Amblas Akibatkan Rumah Warga Miring, Polsek Sambirejo dan BPBD Lakukan Evakuasi

SRAGEN | Cyberpolri.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sragen pada Senin malam (19/1/2026) memicu bencana geologi berupa tanah amblas di dua dukuh wilayah Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo. 

Akibat kejadian tersebut, tujuh rumah warga terancam longsor setelah tanah mengalami rekahan hingga ratusan meter dan menyebabkan bangunan rumah warga miring.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Sambirejo AKP Santosa, menjelaskan, peristiwa tanah amblas diketahui pada Selasa pagi (20/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB, terjadi di Dukuh Tawangsari RT 37 dan Dukuh Bendorejo RT 33, Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo.

“Curah hujan tinggi yang terjadi sejak malam hari diduga menjadi pemicu utama terjadinya tanah amblas di dua lokasi yang saling berdekatan dan dipisahkan oleh Sungai Kongan,” terang AKP Santosa.

Di lokasi pertama, tepatnya di tanah tegal milik Sunardi (54) warga Dukuh Tawangsari, tanah amblas sedalam kurang lebih satu meter hingga menyebabkan sumur lama ambruk. 

Selain itu, muncul rekahan tanah sepanjang sekitar 200 meter yang melintasi sedikitnya enam rumah warga, mengakibatkan bangunan rumah mengalami kemiringan dan berpotensi longsor.

Sementara di lokasi kedua, di pekarangan rumah milik Suroso Al Purwo Suwito (73) warga Dukuh Bendorejo, tanah amblas terjadi di akses jalan masuk rumah dengan kedalaman sekitar 60 sentimeter.

Rekahan tanah sepanjang kurang lebih 100 meter bahkan melintasi bagian rumah, sehingga kondisi bangunan turut mengalami kemiringan yang membahayakan keselamatan penghuni.

Menindaklanjuti laporan warga, Polsek Sambirejo bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Dipimpin langsung oleh Wakapolsek Sambirejo, petugas kepolisian bersama Kepala Desa Sambi dan Tim BPBD Kabupaten Sragen yang dipimpin Kalakhar BPBD Triono Putra melakukan pengecekan menyeluruh, pengamanan lokasi, serta memberikan imbauan kepada masyarakat.

“Kami bersama BPBD melakukan peninjauan, memasang pembatas, serta mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi tanah amblas karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” tegas Kapolsek.

Sebagai langkah antisipasi, petugas juga mengimbau warga yang terdampak untuk melakukan evakuasi mandiri sementara waktu, mengingat kondisi tanah masih labil dan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir di tengah masyarakat dalam situasi darurat dan bencana alam, serta memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama.

“Polsek Sambirejo bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan perkembangan situasi dan siap mengambil langkah lanjutan demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Hingga saat ini, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan, namun tujuh rumah warga masih dalam status rawan dan berpotensi roboh apabila terjadi pergerakan tanah susulan.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama