SRAGEN | Cyberpolri.id – Hamparan jagung di sejumlah lahan baku sawah (LBS) di Kabupaten Sragen mulai menunjukkan tanda-tanda siap panen. Dari Plupuh, Sambirejo, Sumberlawang, Gesi hingga Sukodono, tanaman jagung tumbuh subur dengan tinggi rata-rata di atas satu meter, bahkan ada yang mencapai dua meter.
Dalam waktu dekat, panen serentak diperkirakan akan berlangsung pada akhir Maret hingga awal April 2026.
Pengecekan dilakukan jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Sragen sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
Kegiatan ini menyasar lahan milik warga dengan luasan bervariasi, mulai 1.250 meter persegi hingga 6.000 meter persegi.
Di Kecamatan Sambirejo, tanaman jagung milik Suyatno seluas 6.000 meter persegi diperkirakan menghasilkan hingga 4,5 ton pada panen awal Maret. Kondisi daun hijau, batang kokoh setinggi dua meter, serta minim serangan hama menjadi indikator pertumbuhan optimal.
Sementara di Gesi, jagung setinggi 180 sentimeter di lahan 1.500 meter persegi diprediksi siap dipanen pada 30 Maret 2026.
Di Plupuh dan Sumberlawang, tanaman jagung usia 45–70 hari tumbuh stabil dengan dukungan irigasi sumur bor maupun tadah hujan.
Pemupukan yang rutin serta ketersediaan pupuk yang lancar turut memperkuat produktivitas. Sedangkan di Sukodono, lahan seluas 1.250 meter persegi menunjukkan pertumbuhan sehat pada usia tanam 40 hari, dengan struktur tanah datar dan kadar air mencukupi.
Kapolres Sragen, Dewiana Syamsu Indyasari, menjelaskan bahwa keterlibatan jajaran kepolisian dalam pengecekan ini bukan sekadar pemantauan administratif, melainkan bentuk pendampingan langsung kepada petani.
“Jagung-jagung ini bukan hanya tanaman, tetapi harapan. Ketika petani tersenyum karena tanamannya tumbuh baik, di situlah kita melihat ketahanan pangan benar-benar bergerak dari desa,” ujar Kapolres.
Ia menambahkan, panen serentak yang akan datang menjadi momentum penting untuk memperlihatkan bahwa lahan baku sawah di Sragen produktif dan terkelola dengan baik. Kehadiran anggota Polsek di tengah petani juga memperkuat komunikasi, mulai dari kebutuhan pupuk, pengairan, hingga antisipasi hama.
Pendampingan rutin ini menjadi bagian dari implementasi program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan. Dengan pertumbuhan tanaman yang sehat, irigasi tercukupi, serta estimasi hasil yang menjanjikan, Sragen optimistis menyambut musim panen mendatang.
Jika cuaca tetap stabil, akhir Maret nanti hamparan jagung di berbagai kecamatan itu akan dipanen hampir bersamaan—menjadi penanda bahwa kerja kolaboratif antara petani dan kepolisian membuahkan hasil nyata bagi ketersediaan pangan daerah.
knsa

