SRAGEN | Cyberpolri.id – Hamparan lahan baku sawah di berbagai penjuru Kabupaten Sragen menjadi saksi keterlibatan aktif jajaran Polsek dalam memastikan tanaman jagung milik warga tumbuh optimal di tengah musim hujan. Mulai dari Karangmalang, Mondokan, Sumberlawang, Ngrampal hingga Masaran, personel turun langsung mengecek kondisi tanaman sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Di Dukuh Pilangrejo, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, jajaran Polsek Karangmalang memantau lahan jagung seluas 2,7 hektare milik Bapak Giyanto yang memasuki usia tanam 12 hari. Curah hujan tinggi menjadi tantangan tersendiri, meski secara umum pertumbuhan masih terpantau baik.
Sementara itu di Desa Pare, Kecamatan Mondokan, Kapolsek Mondokan bersama anggota mengecek tanaman jagung milik Bapak Agus seluas 2.000 meter persegi. Tanaman setinggi rata-rata 150 sentimeter dengan usia 79 hari tampak hijau dan sehat, tanpa serangan hama signifikan.
Pemupukan telah dilakukan dua kali dan ketersediaan pupuk dalam kondisi lancar.
Pengecekan serupa dilakukan di Dukuh Alas Kobong, Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang. Lahan seluas 2.000 meter persegi milik Bapak Kirman menunjukkan perkembangan positif. Tanaman berusia 55 hari dengan tinggi 40–80 sentimeter diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 2,5 ton saat panen pada April 2026 mendatang.
Di Kecamatan Ngrampal, lahan milik Bapak Jiman seluas 400 meter persegi di Dukuh Ngrejeng, Desa Klandungan, juga tak luput dari pemantauan. Tanaman berusia 70 hari dengan tinggi rata-rata 150 sentimeter telah berbuah, dengan perawatan rutin dan pemupukan yang memadai.
Sedangkan di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, jajaran Polsek Masaran mengecek lahan jagung seluas 3.000 meter persegi milik Sarijo. Tanaman berusia 36 hari dengan tinggi sekitar 100 sentimeter dalam kondisi sehat dan minim penyakit, dengan estimasi hasil panen mencapai 2 ton.
Kapolres Sragen, Dewiana Syamsu Indyasari, menegaskan bahwa kehadiran Polri di lahan pertanian bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Jagung yang tumbuh di sawah warga bukan hanya tanaman, tetapi harapan keluarga. Kami ingin memastikan para petani merasa didampingi, diperhatikan, dan didukung. Ketahanan pangan adalah fondasi ketahanan wilayah,” ujar Kapolres.
Ia menambahkan, pemantauan rutin ini juga menjadi ruang dialog antara polisi dan petani, mendengar langsung kendala di lapangan seperti curah hujan tinggi, sistem pengairan, hingga distribusi pupuk.
lLangkah serentak jajaran Polsek ini menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian semata, tetapi juga sinergi lintas unsur di tingkat lokal. Di tengah musim hujan yang fluktuatif, kolaborasi dan kehadiran aparat di tengah petani menjadi energi tersendiri bagi tumbuhnya optimisme di lahan-lahan jagung Sragen.
Dengan pengawasan berkelanjutan dan komunikasi yang intensif, diharapkan hasil panen pada kuartal mendatang mampu memberi kontribusi nyata bagi swasembada pangan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan.
knsa

