PATI | Cyberpolri.id - Lapas Pati Komitmen menghadirkan produk pembinaan yang aman dan berkualitas terus diperkuat. Dinas Kesehatan Kabupaten Pati melakukan peninjauan langsung terhadap proses produksi keripik tempe hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Pati, Kamis (26/2). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam tahapan pengajuan izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).
Tim dari Dinkes Kabupaten Pati meninjau setiap tahapan produksi secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan dan penggorengan, hingga teknik pengemasan akhir. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh proses telah memenuhi standar keamanan pangan, kebersihan, serta kelayakan konsumsi.
Selain melakukan evaluasi terhadap kondisi ruang produksi dan peralatan yang digunakan, tim juga memberikan pembinaan terkait penerapan higiene dan sanitasi oleh para WBP. Aspek administrasi pun turut menjadi perhatian, seperti ketentuan pelabelan produk, pencantuman komposisi, tanggal kedaluwarsa, hingga nomor izin edar sebagai bagian dari persyaratan P-IRT.
Pendampingan ini disambut positif oleh jajaran Lapas Kelas IIB Pati sebagai bentuk sinergi dalam mendukung program pembinaan kemandirian. Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja) Lapas Kelas IIB Pati, Budi Cahyono, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga standar mutu produk agar mampu bersaing di pasaran.
Melalui proses pendampingan dan pengawasan ini, diharapkan keripik tempe hasil karya WBP tidak hanya memiliki cita rasa unggul, tetapi juga legalitas yang lengkap sehingga siap dipasarkan lebih luas. Upaya ini sekaligus menjadi langkah nyata mendorong produktivitas dan pemberdayaan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat.
Khnza Haryati

