WONOGIRI | Cyberpolri.id – Persoalan sampah di Kecamatan Tirtomoyo menjadi perhatian serius lintas sektor. Rapat koordinasi penanganan sampah digelar di Pendopo Kantor Kecamatan Tirtomoyo, Rabu (11/2/2026), melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan PKP Kabupaten Wonogiri, Forkopimcam, unsur desa, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 WIB hingga 12.05 WIB itu dihadiri sekitar 60 peserta. Hadir di antaranya Kepala DLH dan PKP Wonogiri Drs. Bahari, M.Si., Direktur Bank Sampah Berseri Desa Krandegan Kecamatan Bulukerto, Camat Tirtomoyo Suyatno, Kapolsek Tirtomoyo IPTU Yuni Tri Suwarno Putra, S.H., M.H., perwakilan Danramil, kepala desa dan lurah, kepala UPTD Puskesmas I dan II beserta tenaga sanitarian lingkungan.
Dalam forum tersebut terungkap, timbulan sampah di Kabupaten Wonogiri mencapai 126.917,85 ton per tahun. Dari jumlah itu, baru 51,42 persen yang terkelola, sementara 48,58 persen belum tertangani optimal. Bahkan, sampah yang masuk ke TPA Ngadirojo mencapai sekitar 70 ton per hari, sedangkan cakupan pelayanan DLH dan PKP baru menjangkau 20 kecamatan.
Kepala DLH dan PKP Wonogiri menegaskan, pengelolaan sampah harus mengacu pada Perda Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah. Praktik pembakaran sampah dilarang karena berdampak pada kesehatan dan lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Tirtomoyo IPTU Yuni Tri Suwarno Putra menegaskan kesiapan Polri dalam mengawal kebijakan pengelolaan sampah, baik melalui langkah preemtif, preventif, maupun penegakan hukum bila diperlukan.
“Kami tidak hanya hadir dalam pengamanan kegiatan, tetapi juga memastikan regulasi berjalan efektif. Polsek Tirtomoyo akan mengintensifkan edukasi kepada masyarakat serta berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait pengawasan dan pencegahan pelanggaran, termasuk praktik pembakaran dan pembuangan sampah sembarangan,” tegasnya.
Ia juga mendorong pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan bank sampah sebagai solusi konkret berbasis partisipasi warga. Menurutnya, pendekatan kolaboratif akan lebih efektif dalam menekan potensi konflik sosial akibat persoalan lingkungan.
Direktur Bank Sampah Berseri, Riyanto, dalam paparannya menyampaikan bahwa pengelolaan sampah yang konsisten dan berbasis pemilahan mampu menghasilkan omzet rata-rata Rp 30 juta hingga Rp 70 juta per bulan. Model tersebut dinilai dapat direplikasi di Tirtomoyo guna mengurangi beban TPA sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Secara terpisah, Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, S.H., M.H., mewakili Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, S.H., S.I.K., M.P.M., menegaskan bahwa Polri memandang persoalan sampah sebagai isu strategis yang berdampak luas.
“Permasalahan sampah tidak semata isu kebersihan, tetapi berkaitan dengan kesehatan publik, kelestarian lingkungan, hingga stabilitas kamtibmas. Polres Wonogiri akan memperkuat peran Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendampingan, sosialisasi regulasi, serta pengawasan di tingkat desa,” jelas AKP Anom.
Ia menambahkan, pendekatan humanis tetap menjadi prioritas. Namun, apabila ditemukan pelanggaran yang berulang dan menimbulkan dampak serius, penegakan hukum akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Rapat koordinasi tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Hasilnya diharapkan menjadi langkah awal pembentukan sistem pengelolaan sampah terpadu di Kecamatan Tirtomoyo, dengan dukungan penuh aparat keamanan guna memastikan kebijakan berjalan efektif dan berkelanjutan.
(Humas polres wonogiri polda jateng).

