Mas Ibas Jejak Jaringan Ulama Tegalsari, Banjarsari, Gontor dan Al-Muqoddasah

PONOROGO | Cyberpolri.id - Selasa (3/3/2026),Dalam khazanah sejarah pesantren di wilayah Mataraman, khususnya Ponorogo dan Madiun, jaringan kekerabatan para ulama memainkan peran penting dalam kesinambungan dakwah dan pendidikan Islam. 

Salah satu mata rantai genealogis yang menarik ditelusuri adalah hubungan nasab antara Mas Ibas dengan para pendiri pesantren besar seperti Pondok Modern Darussalam Gontor dan Ma’had Al-Muqoddasah Nglumpang, yang akarnya bersambung pada trah ulama Tegalsari dan Banjarsari.

Sejarah mencatat bahwa Pesantren Tegalsari didirikan oleh Kyai Ageng Muhammad Besari, seorang ulama kharismatik yang berpengaruh luas di kawasan Ponorogo pada abad ke-18. Dari garis keturunannya kemudian lahir jaringan pesantren yang meluas melalui ikatan pernikahan dan hubungan darah. Salah satu di antaranya adalah Pesantren Banjarsari, yang didirikan oleh Kyai Muhammad bin Umar, menantu Kyai Ageng Muhammad Besari, yang menikahi salah satu putri beliau.

Dari pasangan Kyai Muhammad bin Umar dan putri Kyai Ageng Muhammad Besari lahir delapan orang putra-putri, lima di antaranya laki-laki: Kyai Ali Imron Banjarsari, Kyai Baidhowi Giripurno, Kyai Muhammad Faqih, Kyai Maulani Kebonsari, dan Kyai Muhammad Muhyi. Dari trah inilah percabangan nasab meluas ke berbagai pesantren di Jawa Timur.

Nasab Mas Ibas bertemu dengan garis pendiri Gontor melalui jalur Kyai Ali Imron, putra tertua pasangan tersebut. Secara genealogis, Mas Ibas merupakan putra dari Susilo Bambang Yudhoyono, yang bersambung ke atas, melalui jalur kakeknya R. Sukoco bin R. Imam Bajuri bin R.A Rustiah binti R.M Prawiro Kusumo bin, R.M Tafsir Anom, bin R.M. Ali Imron, putra Kyai Muhammad bin Umar dan putri Kyai Ageng Muhammad Besari. Salah satu leluhurnya, R.Ayu Rustiah, dimakamkan di Gontor dan tercatat sebagai ibu mertua dari Kyai Rahmat Sukarto, lurah Gontor sekaligus kakak dari Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor: Kyai Ahmad Sahal, Kyai Zainuddin Fanani, dan Kyai Imam Zarkasyi.

Sementara itu, hubungan genealogis Mas Ibas dengan pendiri Ma’had Al-Muqoddasah Nglumpang bertemu melalui jalur Banjarsari pula. Nasab tersebut bersambung dengan Siti Abidah Mufarrichah, istri dari Kyai Hasan Abdullah Sahal (Pengasuh Gontor dan Pendiri Al-Muqoddasah). Bu Nyai Siti Abidah Mufarrichah merupakan keturunan Kyai Baidhowi, adik kandung Kyai Ali Imron, yang sama-sama putra dari Kyai Muhammad bin Umar dan putri Kyai Ageng Muhammad Besari. Secara genealogis, Bu Nyai Siti Abidah putri Nyai Saringatun binti Kyai Imam Iskandar bin Kyai Joyo Besari bin Kyai Zakaria bin Kyai Baidhowi putra pasangan Kyai Muhammad bin Umar dan putri Kyai Ageng Muhammad Besari.

Dengan demikian, dalam perspektif sejarah kekerabatan pesantren, terjalin hubungan nasab antara Mas Ibas dan Bu Nyai Hasan Abdullah Sahal dalam posisi trah kakak dan adik : Mas Ibas berasal dari garis Kyai Ali Imron (putra tertua), sedangkan Bu Nyai Hasan Abdullah Sahal berasal dari garis Kyai Baidhowi (adik kandungnya).

Jaringan genealogis ini menunjukkan bahwa kesinambungan pesantren di Ponorogo dan Madiun bukan sekadar kesinambungan institusi, melainkan juga kesinambungan darah, tradisi, dan otoritas keilmuan yang terpelihara lintas generasi.


(Nang)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama