SRAGEN | Cyberpolri.id – Ada cara tak biasa yang dilakukan jajaran Polsek Tanon, Polres Sragen, dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Bukan sekadar patroli atau pengamanan, mereka justru turun langsung menjadi “teknisi dadakan” memperbaiki perangkat sound system di masjid dan mushola melalui program SERLING (Service Keliling) gratis.
Program ini dipimpin langsung Kapolsek Tanon, Iptu Priyatno, sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran ibadah umat Muslim.
“Ini bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masjid dan mushola dapat digunakan secara optimal, terutama saat Ramadhan,” ujar Iptu Priyatno.
Kegiatan sosial ini dilaksanakan oleh Panit Intel Polsek Tanon, Aiptu Suhartono, bersama para Bhabinkamtibmas dan dibantu teknisi lokal.
Mereka menyasar sejumlah masjid dan mushola di wilayah Kecamatan Tanon yang mengalami kendala pada perangkat audio.
Tak tanggung-tanggung, berbagai perbaikan dilakukan mulai dari penggantian mixer, ampli, horn toa, hingga penataan ulang sistem suara. Bahkan, bantuan perlengkapan seperti kabel mic dan mikrofon juga diberikan secara cuma-cuma.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran antara lain Masjid Al-Muhajirin di Dukuh Sadang, Masjid Muhlisin di Dukuh Kutukan, Masjid Agung di Dukuh Jono, hingga sejumlah mushola di wilayah Bonagung dan Ketro.
Di setiap titik, tim SERLING bekerja telaten memastikan suara adzan, pengajian, dan tarawih dapat terdengar jernih dan layak.
Uniknya, kegiatan ini bukan sekadar perbaikan teknis. Kehadiran polisi di tengah masyarakat dalam suasana santai dan penuh keakraban justru menjadi daya tarik tersendiri. Warga tampak antusias, bahkan tak sedikit takmir masjid yang mengaku terbantu dengan adanya program ini.
“Biasanya kalau rusak kami bingung, harus panggil teknisi dari luar dan biayanya cukup mahal. Dengan adanya program ini, kami sangat terbantu,” ungkap salah satu takmir mushola di Desa Ketro.
Program SERLING ini juga merupakan bagian dari kebijakan Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, yang mendorong kegiatan sosial dan kemasyarakatan sebagai bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar memperbaiki alat, kegiatan ini menjadi simbol hadirnya polisi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat harmoni sosial dan spiritual warga.
Selama pelaksanaan, seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar, serta mendapat respons positif dari masyarakat.
Ke depan, Polsek Tanon berencana melanjutkan program ini secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan publik yang inovatif.
Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian, kisah “dokter sound system” dari Tanon ini menjadi warna tersendiri—bahwa polisi bisa hadir dengan cara yang sederhana, namun berdampak besar bagi masyarakat.
knsa

