Rakor Forkopimda Jateng Bahas Kesiapan Mudik Lebaran, Plt Bupati Sukirman Hadiri di Semarang

KAJEN | Cyberpolri.id - Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda persiapan menjelang Lebaran tingkat Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (9/3/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Tengah, para bupati dan walikota, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal dan BUMN. 

Materi paparan dalam rakor disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kapolda, Pangdam, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, Pengadilan Tinggi Agama Jawa Tengah, Kabinda Jateng, Perum Bulog Jawa Tengah, hingga Pertamina.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam arahannya menyampaikan bahwa perayaan Hari Raya Idul Fitri merupakan kegiatan rutin yang terjadi setiap tahun sehingga seluruh pemerintah daerah harus mempersiapkannya dengan baik. Hal tersebut juga sesuai dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri yang mengingatkan agar para bupati dan walikota tetap berada di wilayah masing-masing pada H-7 hingga H+7 Lebaran guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Ia menegaskan bahwa rakor tersebut sangat penting karena Provinsi Jawa Tengah merupakan wilayah sentral pergerakan arus mudik dan arus balik nasional. Jawa Tengah berada di tengah jalur penghubung antara Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur sehingga menjadi titik perlintasan utama pemudik, “Diperkirakan sekitar 17,7 juta masyarakat akan datang ke wilayah Jawa Tengah melalui jalur darat, laut, maupun udara. Tahun lalu sekitar 13 juta orang, sehingga tahun ini terjadi kenaikan sekitar 30 persen,” ujar Ahmad Luthfi.

Menurutnya, dengan meningkatnya jumlah pemudik, pelayanan kepada masyarakat sebagai tuan rumah juga harus ditingkatkan. Infrastruktur menjadi salah satu perhatian utama, termasuk kondisi jalan provinsi yang saat ini telah mencapai sekitar 95 persen dalam kondisi mantap.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan kesiapan jalan di wilayah masing-masing, khususnya pada jalur-jalur yang menjadi lintasan mudik. Jika masih terdapat ruas jalan yang kurang mantap, diharapkan segera dilakukan perbaikan atau dilaporkan agar dapat segera ditangani. “Saya ingin khusus aglomerasi untuk jalur mudik khusus Kabupaten-Kota segera mantapkan, kalau kurang mantap lapor kita,” ujarnya. 

Selain itu, Gubernur juga mengingatkan agar pemerintah daerah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Menurutnya, aktivitas masyarakat yang meningkat saat Lebaran biasanya berdampak pada naiknya kebutuhan bahan pokok.

Ia menyebutkan, inflasi di Jawa Tengah saat ini masih berada pada kisaran sekitar 2,72 persen, namun tetap perlu diantisipasi agar tidak meningkat akibat lonjakan permintaan. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta melakukan pengecekan secara berkala terhadap ketersediaan stok dan harga bahan pokok di lapangan, “Inflasi kuncinya hanya dua, yaitu ketersediaan stok dan keterjangkauan harga. Keduanya harus seimbang. Jangan sampai terjadi kelangkaan bahan pokok yang memicu kepanikan masyarakat atau panic buying,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Luthfi juga meminta para kepala daerah bersama Forkopimda untuk menggelar rapat koordinasi di wilayah masing-masing guna memastikan kesiapan menghadapi Idul Fitri, terutama terkait kebutuhan bahan pokok penting.

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini juga telah melaksanakan operasi pasar secara masif sebagai langkah pengendalian harga. Hingga saat ini tercatat sudah lebih dari 300 kegiatan operasi pasar digelar di berbagai wilayah di Jawa Tengah. “Tolong para bupati walikota lakukan operasi pasar lakukan di masing-masing daerah dengan bahan pokok penting menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak terjadi panic buying,” Pungkasnya. ( win )

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama