MADIUN | Cyberpolri.id – Rabu (22/4/2026),Sarmi (90) tampak begitu bersemangat saat bersiap berangkat ke Tanah Suci. Langkah kakinya masih kokoh, gerakannya pun sigap, seolah tak menunjukkan bahwa dirinya merupakan calon haji tertua dari Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan data dari Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Madiun, warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari tersebut menjadi jemaah haji tertua yang akan berangkat pada musim haji 2026.
Sarmi akan berangkat bersama anak bungsunya, Wiwik Hariningsih (50). Keduanya tergabung dalam Kloter 24 yang dijadwalkan berangkat dari Pendopo Ronggo Djoemeno pada Senin (27/4/2026).
Sarmi mengaku sangat bahagia akhirnya bisa menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama lima tahun sejak mendaftar pada 2020.
“Saya daftar tahun 2020, berangkat bersama Wiwik Hariningsih, anak bungsu saya,” ujar Sarmi.
Di usianya yang hampir seabad, penglihatan Sarmi masih sangat baik. Ia bahkan tidak membutuhkan kacamata untuk membaca buku panduan manasik haji maupun doa-doa berhuruf hijaiyah. Dengan lancar, ibu enam anak tersebut melafalkan doa-doa yang akan dipanjatkan di Tanah Suci, sebagian besar bahkan telah ia hafal di luar kepala.
“Yang dibawa di dalam koper obat-obatan, makanan, minuman, dan bekal,” tambahnya.
Sementara itu, Wiwik mengaku kagum dengan semangat sang ibu selama menjalani persiapan. Saat mengikuti manasik haji, Sarmi tidak pernah mengeluh. Bahkan, staminanya disebut mampu mengimbangi, bahkan mengungguli jemaah lain yang usianya lebih muda.
“Saat manasik luar biasa semangat, sampai diminta istirahat oleh petugas, tapi tidak mau,” kata Wiwik.
Keinginan kuat Sarmi untuk berangkat haji memang sudah lama terpendam. Anak-anaknya sempat ragu saat ia ingin mendaftar, mengingat masa tunggu yang cukup panjang. Namun, tekad dan semangatnya akhirnya mengantarkannya menuju Tanah Suci.
(Nang)

