Menteri PKP Maruarar Sirait Berdebat dengan Hercules di Tanah Abang, Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah dari Ormas


JAKARTA | Cyberpolri.id – Selasa (7/4/2026),Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah terjadi ketegangan di lapangan antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Ketua Ormas GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal.

Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, diketahui turun langsung ke lokasi sengketa lahan dan terlibat perdebatan sengit dengan Hercules. Perseteruan tersebut dipicu oleh persoalan penguasaan sebidang tanah kosong strategis yang rencananya akan dimanfaatkan pemerintah untuk pembangunan kawasan hunian.

Secara hukum, lahan kosong tersebut merupakan aset negara yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Namun di lapangan, lahan bernilai tinggi itu diketahui dikuasai dan dikendalikan oleh Ormas GRIB Jaya.

Tak ingin program pembangunan perumahan rakyat terhambat oleh penguasaan sepihak, Menteri Ara mengambil langkah tegas yang jarang dilakukan pejabat tinggi. Ia memilih turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya sekaligus berhadapan langsung dengan pihak yang menguasai lahan tersebut.

Pertemuan di lokasi pun berlangsung alot. Perdebatan antara Ara dan Hercules menjadi perhatian banyak pihak yang berada di sekitar area tersebut.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ara menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dalam menjaga asetnya.

“Kami tegaskan, negara tidak boleh kalah lawan ormas. Mengelola negara harus dilakukan dengan benar dan berani,” tulis Ara.

Di balik ketegangan tersebut, tersimpan visi besar pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat. Peninjauan lahan KAI itu merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Menurut Ara, pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat kecil memiliki akses terhadap tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi di tengah tingginya biaya hidup di ibu kota.

Keberanian Menteri Ara yang langsung turun ke lapangan dan berhadapan dengan pihak penguasa lahan di Tanah Abang pun menuai sorotan publik. Peristiwa ini bukan sekadar perdebatan biasa, melainkan menjadi ujian nyata bagi ketegasan pemerintah dalam mengamankan aset negara demi kepentingan rakyat luas.

Publik kini menanti langkah selanjutnya, apakah proyek hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah tersebut dapat segera terealisasi, atau justru terhambat oleh dinamika di lapangan.


(Nang)


SPONSOR
Lebih baru Lebih lama