Swasembada Pangan Dikawal Ketat, Polres Sragen Turun Langsung Cek Lahan Jagung di 7 Titik Kecamatan


SRAGEN | Cyberpolri.id — Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus digencarkan di wilayah Kabupaten Sragen. Salah satu langkah nyata terlihat dari kegiatan jajaran Polres Sragen yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan kondisi tanaman jagung di sejumlah lahan pertanian warga.

Dalam kurun waktu 28 hingga 31 Maret 2026, jajaran Polsek  telah melaksanakan monitoring dan pengecekan tanaman jagung di tujuh titik lahan baku sawah (LBS) yang tersebar di beberapa kecamatan.

Kegiatan tersebut dilakukan di wilayah Mondokan, Sumberlawang di 3 titik, Plupuh, Jenar, dan Tangen, sebagai bagian dari pengawalan program ketahanan pangan yang menjadi perhatian pemerintah pusat.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana melalui Kabag SDM Kompol Joko Widodo menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan lapangan dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi pertumbuhan tanaman jagung, kebutuhan pengairan, ketersediaan pupuk, hingga kesiapan lahan menuju masa panen.

“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan perkembangan tanaman jagung di lapangan berjalan baik, sekaligus melihat secara langsung kondisi riil pertanian masyarakat di wilayah Sragen,” ujar Kompol Joko Widodo.

Tujuh lokasi yang dilakukan pengecekan meliputi:

Desa Pare, Kecamatan Mondokan

Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang

Desa Sumomorodukuh, Kecamatan Plupuh

Desa Kacangan, Kecamatan Sumberlawang

Desa Dari, Kecamatan Plupuh

Desa Banyurip, Kecamatan Jenar

Desa Katelan, Kecamatan Tangen

Dari hasil pengecekan, lahan-lahan tersebut menunjukkan kondisi pertumbuhan tanaman jagung yang bervariasi, mulai dari fase pertumbuhan awal hingga menjelang panen. Luas lahan yang dipantau pun beragam, mulai dari 600 meter persegi hingga 5.000 meter persegi.

Secara umum, tanaman jagung yang dipantau di tujuh lokasi tersebut berada dalam kondisi cukup baik. Sebagian besar tanaman memiliki warna daun hijau, tinggi tanaman yang berkembang sesuai usia tanam, serta minim serangan hama dan penyakit.

Di beberapa lokasi, tanaman jagung tercatat telah berusia antara 25 hari hingga lebih dari 100 hari, dengan tinggi tanaman berkisar 80 sentimeter sampai hampir 2 meter.

Kondisi pengairan di lapangan juga bervariasi. Sejumlah lahan mengandalkan air hujan, sementara lainnya telah didukung dengan sumur bor untuk menjaga kebutuhan air tanaman tetap tercukupi.

Selain itu, hasil pengecekan juga menunjukkan bahwa ketersediaan pupuk relatif aman dan lancar, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman jagung di tengah musim tanam.

Beberapa lahan di wilayah Sumberlawang dan Jenar bahkan sudah menunjukkan perkembangan yang mengarah ke masa panen, dengan estimasi hasil yang cukup menjanjikan.

Salah satu lahan di Kecamatan Sumberlawang diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 1.200 kilogram jagung, sementara lahan lain diprediksi memasuki panen pada awal hingga pertengahan Mei 2026.

Sementara itu, di wilayah Jenar, tanaman jagung tercatat telah memasuki fase persiapan panen, meski warna daun mulai berubah seiring usia tanaman dan pengaruh cuaca.

Di sisi lain, hasil pengecekan juga mencatat adanya beberapa kendala teknis di lapangan, terutama pada lahan yang masih bergantung pada tadah hujan.

Di wilayah Tangen, misalnya, tanaman jagung dilaporkan tumbuh baik sekitar 80 persen, sedangkan sisanya mengalami pertumbuhan kurang optimal akibat kondisi lahan dan kebutuhan air yang sangat bergantung pada curah hujan.

Namun secara keseluruhan, kondisi tanaman jagung di tujuh titik tersebut masih dinilai cukup stabil dan produktif.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa peran Polres Sragen di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir dalam berbagai kegiatan sosial dan pembangunan, termasuk sektor pertanian.

Melalui pengecekan lapangan secara langsung, jajaran Polres Sragen ikut memastikan bahwa lahan-lahan pertanian masyarakat tetap terpantau dan terus bergerak mendukung kebutuhan pangan daerah.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara berkala, diharapkan produktivitas pertanian jagung di Kabupaten Sragen dapat terus terjaga dan memberi kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.


knsa

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama