Pendekatan Humanis Tim Negosiator Warnai Aksi Nelayan di Pati, Suasana Tetap Kondusif dan Penuh Keakraban


PATI | Cyberpolri.id – Pendekatan humanis yang dilakukan oleh tim negosiator menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas selama berlangsungnya aksi penyampaian pendapat oleh kelompok nelayan di Kabupaten Pati.


Sejak awal kegiatan, para personel negosiator tampak aktif membangun komunikasi dengan peserta aksi melalui pendekatan persuasif dan dialogis. Tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, mereka juga hadir sebagai jembatan komunikasi yang menciptakan suasana yang lebih sejuk dan terkendali.


Di tengah terik matahari, para personel terlihat membagikan air mineral kepada peserta aksi sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi di lapangan. Tindakan tersebut mendapat respons positif dari massa dan turut mencairkan suasana selama kegiatan berlangsung.


Interaksi yang terbangun juga terlihat melalui momen kebersamaan antara petugas dan peserta aksi, di mana keduanya tampak berbincang santai hingga berfoto bersama. Hal ini mencerminkan hubungan yang harmonis serta adanya rasa saling menghormati antara aparat dan masyarakat.

Pendekatan melalui senyum, sapa, dan komunikasi yang santun terus ditunjukkan oleh tim negosiator sepanjang kegiatan. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif tanpa adanya gesekan di lapangan.


Sejumlah peserta aksi mengapresiasi sikap humanis yang ditunjukkan oleh aparat kepolisian. Mereka menilai bahwa pendekatan tersebut membuat suasana menjadi lebih nyaman dan mendukung jalannya penyampaian aspirasi secara damai.


Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto menyampaikan bahwa pendekatan humanis merupakan strategi utama dalam pengamanan aksi unjuk rasa.


“ Tim Negosiator telah di latih untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Pendekatan humanis yang dilakukan oleh tim negosiator bertujuan menciptakan suasana yang kondusif sehingga penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan tertib dan damai,” ujar Kombes Pol. Artanto. Senin (4/5)


Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari situasi yang aman, tetapi juga dari terbangunnya kepercayaan dan hubungan yang baik antara aparat dan masyarakat.


“Dengan komunikasi yang baik dan sikap yang humanis, kami berharap kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan lancar serta mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” pungkasnya.


Dengan pendekatan tersebut, diharapkan setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara damai, tertib, dan tetap menjaga stabilitas kamtibmas.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama