JOMBANG | Cyberpolri.id – Perjalanan spiritual rombongan biksu peserta Thudong Walk for Peace memasuki salah satu titik penting di Kabupaten Jombang. Pada Selasa (19/05/2026), rombongan sebanyak 57 biksu tiba di kawasan bersejarah Pondok Pesantren Tebuireng setelah sebelumnya diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Jombang.
Keberangkatan rombongan dilepas langsung oleh Bupati Jombang, H. Warsubi, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan lintas agama yang membawa pesan perdamaian, toleransi, serta persaudaraan antarumat beragama.
Sebelum tiba di Tebuireng, rombongan biksu sempat melakukan persinggahan sekitar satu jam di Pendopo Kecamatan Jombang. Kehadiran para biksu menarik perhatian masyarakat sepanjang perjalanan.
Ribuan santri, pelajar, serta warga masyarakat tampak memenuhi sisi jalan. Mereka menyambut rombongan dengan penuh antusias, melambaikan tangan, memberikan salam, serta menyampaikan dukungan moral sebagai simbol harmoni sosial di Kota Santri, Jombang.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat jelas, mencerminkan nilai toleransi yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Jombang.
Sesampainya di area Pondok Pesantren Tebuireng, rombongan disambut langsung oleh Ketua Pengurus Pondok bersama jajaran pengasuh pesantren. Penyambutan berlangsung khidmat namun penuh keakraban.
Para biksu kemudian diajak memasuki kawasan pondok untuk melaksanakan agenda spiritual, termasuk kunjungan ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid, yang dikenal luas sebagai tokoh pluralisme dan perdamaian Indonesia.
Di kompleks pemakaman keluarga pesantren, seluruh rombongan biksu melaksanakan doa bersama yang dipimpin salah satu biksu senior. Doa tersebut dipanjatkan sebagai penghormatan kepada almarhum Gus Dur atas perjuangannya dalam menjaga nilai toleransi, kebebasan beragama, dan persatuan bangsa.
Momentum tersebut menjadi simbol kuat dialog lintas iman, di mana nilai kemanusiaan ditempatkan di atas segala perbedaan keyakinan.
Sejumlah santri dan pengunjung yang berada di lokasi tampak menyaksikan dengan penuh khidmat prosesi doa tersebut.
Setelah rangkaian kegiatan spiritual, pihak Pondok Pesantren Tebuireng memberikan jamuan makan siang kepada seluruh rombongan. Para biksu juga memanfaatkan waktu untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya dalam rangkaian Walk for Peace.
Kehadiran rombongan biksu di Tebuireng dinilai bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan pesan nyata tentang pentingnya persaudaraan lintas agama, saling menghormati, serta menjaga kerukunan bangsa Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Jombang tetap dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman. Sambutan masyarakat yang luar biasa menunjukkan bahwa semangat perdamaian masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
Perjalanan para biksu pun diharapkan membawa inspirasi bagi masyarakat luas bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara damai, melainkan kekuatan untuk mempererat persatuan Indonesia.
Rombongan selanjutnya melanjutkan perjalanan spiritual menuju titik tujuan berikutnya dengan membawa doa, harapan, serta pesan universal tentang kedamaian dunia.
(Ririn)

