![]() |
| Ketua Dewan Pembina DPP GPM Wiliem Tutuarima sedang melantik kepengurusan DPC GPM Boyolali |
BOYOLALI | Cyberpolri.id – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Boyolali sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) di Joglo Kopi, Jalan Jambu, Boyolali, Sabtu (20/6/2026). Forum tertinggi organisasi di tingkat cabang tersebut menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus menentukan arah perjuangan GPM Boyolali untuk lima tahun ke depan. Hasilnya, Ribut Budi Santoso terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GPM Boyolali periode 2026-2031.
Konfercab yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai itu dihadiri pengurus, anggota, pembina, serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPM Indonesia. Dalam sidang konferensi, peserta membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, mengevaluasi program kerja organisasi, serta melaksanakan proses pemilihan ketua cabang.
Penasehat GPM Boyolali, Suratmin, dalam sambutannya menegaskan bahwa regenerasi kader merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi. Menurutnya, proses kaderisasi yang berkesinambungan akan memastikan nilai-nilai perjuangan Marhaenisme tetap hidup dan relevan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
"Regenerasi kader harus terus diperkuat agar organisasi mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang memiliki komitmen terhadap perjuangan rakyat," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pembina DPP GPM, Willem Tutuarima, menegaskan bahwa seluruh rangkaian Konfercab berjalan sesuai mekanisme organisasi dan mengedepankan aspirasi peserta. Ia memastikan tidak ada mekanisme penunjukan sepihak dalam pembentukan kepengurusan baru.
Dalam sidang pleno, laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Rohmiyanto bersama jajaran pengurus dinyatakan diterima secara penuh oleh peserta konferensi. Penerimaan LPJ tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja pengurus selama masa bakti sebelumnya.
Melalui mekanisme musyawarah mufakat, peserta Konfercab kemudian menetapkan Ribut Budi Santoso sebagai Ketua DPC GPM Boyolali secara aklamasi. Selain memilih ketua baru, forum juga menetapkan sebanyak 11 orang pengurus dan lima orang dewan pembina organisasi. Rohmiyanto dipercaya menjabat sebagai sekretaris, sedangkan Wuri Ayu Kusuma Ratih ditetapkan sebagai bendahara. Suratmin Ragil juga ditetapkan sebagai Dewan Penasehat bersama empat anggota lainnya guna memperkuat arah dan konsolidasi organisasi.
Usai proses pemilihan, seluruh pengurus terpilih langsung dilantik oleh Willem Tutuarima yang mewakili DPP GPM. Dalam sambutannya, Willem berharap kepengurusan baru mampu memperkuat konsolidasi internal, memperluas jaringan kaderisasi, serta meningkatkan peran organisasi dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPC GPM Boyolali terpilih, Ribut Budi Santoso, menegaskan komitmennya untuk memperkuat persatuan dan soliditas kader di Kabupaten Boyolali. Menurutnya, persatuan merupakan amanat perjuangan yang diwariskan oleh Bung Karno.
"Kami berkomitmen untuk terus menyatukan seluruh kader di Kabupaten Boyolali. Sebagaimana pesan Bung Karno, persatuan adalah kunci utama dalam perjuangan. Persatuan sangat penting agar gerakan ini semakin kuat dan mampu memenangkan cita-cita kaum Marhaen," tegas Ribut.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses konferensi dan kembali bersatu demi memperkuat perjuangan organisasi.
Konfercab GPM Boyolali ditutup dengan semangat persatuan dan komitmen bersama untuk memperkuat organisasi. Hasil konferensi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkokoh peran GPM sebagai wadah kaderisasi dan perjuangan generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, dan Marhaenisme.
Tim

