JAKARTA| Cyberpolri.id - Rabu (1/7/2026) Di balik kokohnya institusi Kepolisian Republik Indonesia, terdapat sejumlah polisi wanita (Polwan) yang berhasil membuktikan bahwa dedikasi, profesionalisme, dan kemampuan kepemimpinan tidak mengenal batas gender. Mereka menorehkan sejarah dengan meraih pangkat jenderal serta menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri.
Berikut empat jenderal Polwan yang dikenal memiliki perjalanan karier luar biasa dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus Polri.
1. Irjen Pol. (Purn.) Juansih
Irjen Pol. (Purn.) Juansih merupakan salah satu Polwan paling berprestasi di Indonesia. Lahir di Majalengka, Jawa Barat, pada 2 Agustus 1964, ia mengawali karier kepolisiannya melalui Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) pada tahun 1989, bukan melalui Akademi Kepolisian (Akpol).
Ketertarikannya menjadi polisi muncul saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Melihat sosok Polwan yang sigap mengatur lalu lintas membuatnya mantap memilih jalan pengabdian di Polri.
Kariernya berkembang pesat. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Surabaya, Kapolres Batu, Karojianbang Lemdiklat Polri, hingga Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri sebelum memasuki masa purnatugas
Di bidang akademik, Juansih juga menunjukkan prestasi gemilang. Ia meraih gelar Magister Hukum Bisnis dari Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian memperoleh gelar Doktor di Universitas Airlangga pada tahun 2015 dengan predikat cum laude. Sosoknya dikenal sebagai perpaduan antara akademisi dan pemimpin kepolisian yang berintegritas.
2. Irjen Pol. (Purn.) Apriastini Bakti Bugiansri
Irjen Pol. (Purn.) Apriastini Bakti Bugiansri mencatatkan sejarah sebagai Polwan pertama yang dipercaya menjabat Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia pernah mengemban amanah sebagai Kabag Gassus SSDM Polri dan Karoyanma Polri. Pengalamannya yang panjang di bidang sumber daya manusia dan organisasi membuatnya dipercaya memimpin pusat sejarah institusi kepolisian.
Setelah memperoleh kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi, Apriastini mengakhiri masa pengabdiannya sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri hingga memasuki masa pensiun pada 1 Mei 2022.
3. Brigjen Pol. Ida Oetari Poernamasasi
Nama Brigjen Pol. Ida Oetari Poernamasasi dikenal luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat internasional.
Perempuan kelahiran Probolinggo tahun 1964 ini bukan lulusan Akademi Kepolisian. Ia menempuh pendidikan di Akademi Penilik Kesehatan Surabaya sebelum bergabung dengan Polri melalui jalur wajib militer.
Kariernya dimulai di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda Jawa Timur, kemudian berkembang hingga bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Ida dipercaya menjadi Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah dan juga menjabat sebagai Ketua International Association of Women Police (IAWP) atau Asosiasi Polwan Dunia. Prestasi tersebut menjadikannya salah satu Polwan Indonesia yang paling diperhitungkan di tingkat global.
4. Irjen Pol. (Purn.) Sri Handayani
Irjen Pol. (Purn.) Sri Handayani merupakan sosok pelopor di lingkungan pendidikan kepolisian. Ia menjadi perempuan pertama yang dipercaya menjabat Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Kasetukpa) Lemdiklat Polri, jabatan yang diembannya selama empat tahun, sejak 2010 hingga 2014.
Lahir di Solo pada 14 April 1962, Sri mengawali kariernya sebagai perwira pertama Polri pada tahun 1986. Selama bertugas, ia pernah menjabat sebagai Kapolres Sragen, Wakapolres Metro Jakarta Selatan, Wakapolda Kalimantan Barat, hingga Widyaiswara Sespim Lemdiklat Polri.
Menariknya, sebelum berkarier di kepolisian, Sri Handayani merupakan atlet lari gawang berprestasi yang pernah meraih medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Semangat juang sebagai atlet menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya di Polri.
Keempat jenderal Polwan tersebut menjadi bukti bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun institusi Kepolisian Republik Indonesia. Dengan dedikasi, integritas, dan kompetensi yang tinggi, mereka berhasil membuka jalan bagi lahirnya semakin banyak pemimpin perempuan di tubuh Polri serta menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan mengabdi kepada bangsa.
(Nang)

