KASUS GIGITAN ULAR MENINGKAT DI MUSIM KEMARAU,MASYARAKAT DIHIMBAU TETAP WASPADA

KAJEN |Cyberpolri.id - 06 Juli 2026,Memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau untuk meningkatkan 

kewaspadaan terhadap kemunculan ular di lingkungan sekitar. Kondisi cuaca yang lebih panas 

dan kering menyebabkan habitat alami ular mengalami perubahan, sehingga satwa melata 

tersebut lebih sering keluar mencari tempat yang lebih sejuk, sumber air, maupun mangsa 

seperti tikus dan katak. Selain itu, aktivitas pertanian dan pembersihan lahan pada musim 

kemarau juga meningkatkan kemungkinan pertemuan antara manusia dan ular.

Menurut berbagai literatur konservasi dan kesehatan, peningkatan kejadian gigitan ular 

memang sering terjadi pada musim kemarau maupun masa peralihan musim. Saat sumber air 

di habitat alami berkurang, ular cenderung berpindah ke area persawahan, kebun, pekarangan 

rumah, hingga saluran irigasi yang masih memiliki kelembapan dan banyak mangsa. Aktivitas 

masyarakat di luar ruangan yang tetap tinggi juga menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko 

gigitan ular.

Data pelayanan RSUD Kajen menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026 hingga periode 

pencatatan saat ini, telah tercatat 45 kasus gigitan ular yang datang melalui Instalasi Gawat 

Darurat (IGD). Dari jumlah tersebut, 9 pasien menjalani perawatan rawat jalan, sedangkan 36 

pasien memerlukan perawatan rawat inap. Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan 

medis sesuai dengan kondisi klinis masing-masing. Berdasarkan luaran pelayanan, 44 pasien 

dinyatakan sembuh atau dalam kondisi hidup, sementara 1 pasien meninggal dunia. Tidak 

terdapat kasus rujukan ke rumah sakit lain maupun pasien pulang atas permintaan sendiri 

(APS).

Tingginya angka pasien yang memerlukan rawat inap menunjukkan bahwa gigitan ular 

tidak boleh dianggap sepele. Beberapa jenis ular berbisa dapat menyebabkan pembengkakan 

berat, gangguan pembekuan darah, kerusakan jaringan, hingga gangguan pernapasan apabila 

tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Masyarakat diimbau untuk melakukan langkah pencegahan, antara lain menggunakan 

sepatu boot atau alas kaki tertutup saat bekerja di sawah, kebun, atau semak-semak, 

membersihkan rumput liar dan tumpukan barang di sekitar rumah yang dapat menjadi tempat 

persembunyian ular, menggunakan penerangan yang cukup saat beraktivitas pada malam hari 

dan berhati-hati ketika memindahkan kayu, batu, atau benda yang lama tidak dipindahkan. 

Apabila mengalami gigitan ular, masyarakat tidak dianjurkan menyayat luka, mengisap 

racun, maupun memasang torniket terlalu kencang. Korban sebaiknya tetap tenang meminimalkan gerakan pada anggota tubuh yang tergigit , melepas perhisanan atau benda yang dapat menekan saat terjadi pembekakan , kemudian segera menuju fasilitas kesehatan terdekat atau IGD agar mendapatkan penanganan yang tepat , termasuk pemberian serum antbisa apa bila diperlukan . ( win )

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama