BOYOLALI | Cyberpolri.id – Setelah sempat berhenti beroperasi selama masa libur panjang semester, Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Ampel Tanduk 1 kini dipastikan telah aktif dan resmi beroperasi kembali secara penuh.
Aktivitas dapur penunjang pemenuhan gizi ini langsung bergulir sejak hari pertama masuk sekolah yang dimulai pada Senin (13/7/2026) kemarin hingga hari ini, Rabu (15/7/2026).
Langkah cepat pengaktifan layanan ini diambil guna memastikan kebutuhan nutrisi para siswa langsung terpenuhi sejak awal tahun ajaran baru bergulir.
Berdasarkan pantauan berkala di lokasi sejak awal pekan hingga hari ini, situasi di seluruh area produksi masakan terpantau sangat kondusif, aman, serta terjamin lancar tanpa adanya kendala teknis maupun hambatan operasional.
Seluruh fasilitas memasak, alat sterilisasi modern, hingga armada distribusi kini sudah diaktifkan kembali 100 persen. Para staf dan kru juru masak yang bertugas pun tampak sangat sigap, disiplin, dan terorganisir dalam mengolah bahan makanan guna memenuhi target ketepatan waktu konsumsi bagi para siswa serta civitas akademika di lingkungan sekolah.
Kepala Dapur SPPG Ampel Tanduk 1, Wahyu, menegaskan bahwa operasional yang berjalan sejak hari Senin lalu merupakan hasil dari persiapan matang yang dilakukan tim internal jauh-jauh hari sebelum libur sekolah usai. Pihaknya menerapkan standard operasional prosedur (SOP) yang sangat ketat untuk mengawal transisi pasca-libur panjang ini.
"Kami sudah langsung beroperasi sejak hari pertama masuk sekolah pada Senin, 13 Juli kemarin. Oleh karena itu, pengecekan dan persiapan komparatif sudah kami lakukan sebelum hari H. Mulai dari sterilisasi menyeluruh terhadap sarana prasarana dapur yang sempat lama tidak digunakan, hingga pemeriksaan ketat kualitas serta kesegaran bahan baku yang masuk dari para penyuplai," jelas Wahyu saat ditemui di sela-sela aktivitas dapur produksi, Rabu (15/7/2026).
Wahyu juga menambahkan bahwa fokus utama dari SPPG Ampel Tanduk 1 dalam menyambut tahun ajaran baru ini adalah konsistensi mutu yang berkelanjutan. Aspek higienitas, kandungan nutrisi masakan, hingga ketepatan waktu distribusi menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar demi menjaga kualitas tumbuh kembang anak didik di sekolah.
Pihak manajemen logistik pun memastikan bahwa rantai pasokan bahan pangan segar, seperti sayur, lauk-pauk, dan pemenuhan karbohidrat, berada dalam kondisi yang sangat aman untuk hari-hari ke depan.
Dengan situasi kerja yang tertib dan kondusif yang berhasil dipertahankan sejak hari Senin, diharapkan dapat memberikan rasa tenang dan kepercayaan penuh bagi para orang tua murid mengenai kualitas asupan makanan anak-anak mereka selama menempuh semester baru ini.
Aj.

