Ketum PPWI: Istilah "Londo Ireng" Keliru Ditujukan ke Pers


JAKARTA| Cyberpolri.id - Senin (10/8/2026) Wilson Lalengke: "Londo Ireng" Bukan Jurnalis atau LSM, Melainkan Penguasa yang Menindas Rakyat


Pernyataan Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, kembali menjadi sorotan publik setelah menanggapi istilah "Londo Ireng" yang dikaitkan dengan jurnalis dan LSM. Menurutnya, secara historis istilah tersebut tidak tepat ditujukan kepada insan pers maupun aktivis masyarakat sipil.


Wilson menegaskan bahwa jurnalis dan LSM merupakan bagian dari pilar kontrol sosial yang memiliki tugas menyampaikan informasi, mengawasi jalannya pemerintahan, serta memperjuangkan keadilan dan kepentingan masyarakat. Kritik yang disampaikan oleh pers merupakan bagian dari fungsi demokrasi yang dijamin oleh konstitusi, bukan bentuk permusuhan terhadap negara.


Dalam pandangannya, istilah "Londo Ireng" lebih tepat ditujukan kepada pihak-pihak yang menggunakan kekuasaan untuk menindas rakyat, menyalahgunakan wewenang, atau membungkam suara masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghormati peran pers dan organisasi masyarakat sipil sebagai mitra dalam membangun pemerintahan yang transparan, bersih, dan bertanggung jawab.


Kebebasan pers merupakan salah satu fondasi utama demokrasi. Wartawan bekerja untuk kepentingan publik dengan menyampaikan fakta, melakukan kontrol sosial, serta menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Kritik yang disampaikan secara profesional seharusnya dipandang sebagai masukan demi perbaikan, bukan ancaman.


Jurnalis dan LSM harus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen demi menjaga demokrasi di Indonesia.


(Nang)

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama