JOMBANG | Cyberpolri.id — Universitas Pesantren Tinggi Darul ‘Ulum (UNIPDU) Rejoso, Peterongan, Jombang, menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke-XXV, Minggu, 23 Agustus 2026.
Prosesi wisuda yang berlangsung di Gelora Abi As’ad (GOR Abi As’ad), kompleks Pondok Pesantren Darul ‘Ulum, tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNIPDU, Dr. dr. H.M. Zulfikar As’ad, MMR, yang akrab disapa Gus Ufik.
Sejak pagi, suasana haru dan penuh kebanggaan sudah terasa di lingkungan kampus dan pesantren. Sebelum prosesi wisuda dimulai, seluruh rangkaian diawali dengan tradisi khas pesantren, yakni ziarah masyayikh Pondok Pesantren Darul ‘Ulum.
Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pendiri dan pendahulu, sekaligus ikhtiar spiritual serta doa bagi para lulusan yang akan melangkah memasuki fase baru dalam kehidupan mereka.
Setelah rangkaian ziarah, prosesi Wisuda ke-XXV dilaksanakan dengan khidmat di GOR Abi As’ad. Ribuan hadirin tampak memadati lokasi acara. Para orang tua dan keluarga wisudawan, civitas akademika, tokoh masyarakat hingga alumni hadir untuk memberikan dukungan kepada para lulusan.
Pada Wisuda ke-XXV tahun ini, UNIPDU secara resmi melepas para lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma, Sarjana (S1), hingga Pascasarjana (S2).
Salah satu momen yang paling mengharukan terjadi saat prosesi penyerahan ijazah. Gus Ufik secara simbolis menyerahkan dokumen kelulusan kepada perwakilan wisudawan di hadapan keluarga dan orang tua mereka.
Bagi para wisudawan, momen tersebut bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan menjadi puncak dari perjalanan panjang dalam menempuh pendidikan. Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan perjuangan, pengorbanan serta doa dari keluarga yang senantiasa mengiringi langkah mereka.
Dalam sambutannya, Gus Ufik menyampaikan pesan penting kepada seluruh lulusan agar tidak hanya menjadikan kecerdasan akademik sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan.
“Lulusan UNIPDU bukan hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai pesantren. Gabungkan ilmu dunia dan ilmu akhirat, agar kehadiran kalian dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.”
Pesan tersebut menegaskan karakter pendidikan yang terus dijaga oleh UNIPDU sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren, yakni memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.
Kepemimpinan Gus Ufik, yang dikenal sebagai seorang dokter sekaligus putra pesantren, menjadi gambaran harmonisasi antara perkembangan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai luhur pesantren.
Di bawah kepemimpinannya, UNIPDU terus berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi dan keilmuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wisuda ke-XXV ini sekaligus menjadi momentum penting bagi perjalanan UNIPDU dalam menatap masa depan. Seluruh civitas akademika berharap, UNIPDU akan terus berkembang dan semakin mengukuhkan kualitasnya sebagai perguruan tinggi yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul, berilmu, berkarakter, dan berakar kuat pada nilai-nilai pesantren.
Bagi para wisudawan, hari tersebut menjadi akhir dari satu perjalanan, sekaligus awal dari perjalanan yang lebih besar.
Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai akhlak yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para lulusan UNIPDU kini diharapkan mampu melangkah ke tengah masyarakat dan menjadi generasi yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
Ririn

