KEBUMEN | Cyberpolri.id — Program edukasi “Polres Kebumen Paham AI” mulai digelar di sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pelajar yang menilai materi relevan dengan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di media sosial.
Program tersebut merupakan lanjutan dari pelatihan bagi 30 personel Polres Kebumen yang dipersiapkan sebagai pelatih kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pelatihan bagi para trainer dilaksanakan di Ruang Tribrata Polres Kebumen pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menekankan pentingnya edukasi AI sejak dini.
Menurutnya, kemudahan akses terhadap teknologi membuat proses pembuatan maupun manipulasi informasi semakin mudah, sehingga kemampuan memilah dan memverifikasi informasi menjadi sangat penting bagi pelajar.
“Anak-anak harus mampu memfilter informasi. Saat ini banyak konten di media sosial yang tampak benar pada pandangan pertama, namun sebenarnya dibuat atau dimanipulasi dengan AI. Tanpa ketelitian, akan sulit membedakan mana yang faktual dan mana yang tidak,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Jumat, 4 September 2026
Ia menilai antusiasme pelajar sebagai tanda kebutuhan nyata terhadap pengetahuan tersebut. Materi lebih mudah diterima ketika dikaitkan langsung dengan aktivitas digital sehari-hari pelajar, sehingga tujuan program adalah membentuk pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab.
Dalam pelaksanaannya, para trainer Polres Kebumen menyampaikan materi dasar tentang AI, etika penggunaan, cara memerangi hoaks dengan bantuan teknologi, serta teknik menyusun perintah (prompt) agar AI dapat dimanfaatkan secara produktif.
Pendidikan juga mencakup pengenalan terhadap manipulasi informasi, termasuk deepfake, sehingga siswa diajak bersikap kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan konten.
Sebelumnya, para trainer menerima pembekalan melalui empat modul utama: Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax With AI, dan AI Prompts 101. Materi tambahan mencakup konsep machine learning dan deep learning, teknik penyusunan prompt menggunakan kerangka K-I-F-C, etika pemanfaatan AI, serta metode verifikasi informasi dengan pendekatan 5C—materi yang diperoleh dari kerja sama dengan Senopati Institut dan Polda Jawa Tengah.
Kapolres menegaskan bahwa memperkuat literasi AI sejak bangku sekolah merupakan langkah strategis. Perkembangan teknologi yang cepat menuntut kemampuan berpikir kritis, verifikasi informasi, dan pemahaman etika penggunaan teknologi sebagai bekal menghadapi banjir informasi di ruang digital.
“Teknologi akan terus berkembang. Oleh karena itu, yang perlu kita bangun bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, dan memahami etika penggunaannya,” ujarnya.
Polres Kebumen berharap program ini dapat membantu pelajar memanfaatkan AI untuk kegiatan positif, termasuk mendukung proses belajar, kreativitas, dan produktivitas, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan etika. Program
“Polres Kebumen Paham AI” akan terus dilaksanakan di sejumlah sekolah di Kabupaten Kebumen sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi digital dan membentuk generasi muda yang lebih kritis terhadap perkembangan teknologi.
(Humas Polres Kebumen)
Imam R

