MAGETAN | Cyberpolri.id - Sebuah peninggalan bersejarah berupa batu bertulis atau prasasti ditemukan di Desa Mranggen, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.
Oleh masyarakat setempat peninggalan ini dikenal dengan sebutan *Watu Gilang*.Minggu (20/10/2026)
Prasasti Tegal Turi diperkirakan memiliki tinggi sekitar 1,5 meter. Kondisi batu saat ini cukup memprihatinkan, permukaan telah aus dimakan usia sehingga tulisan yang terpahat sulit terbaca.
Di sekitar lokasi situs, warga juga melaporkan adanya temuan pendukung berupa pecahan gerabah dan batu bata kuno yang berukuran besar, yang mengindikasikan adanya aktivitas permukiman atau bangunan sakral pada masa lalu.
Secara kultural, masyarakat mengaitkan lokasi ini dengan petilasan *Kyai Tegal Turi*. Hingga kini tradisi ziarah dan penghormatan leluhur masih dilestarikan warga sekitar.
"Prasasti Tegal Turi adalah salah satu peninggalan penting di Magetan yang menyimpan jejak masa lalu. Kondisi tulisannya yang sudah aus membutuhkan perhatian serius dari ahli epigrafi untuk bisa mengungkap usia, isi, dan kaitannya dengan kerajaan di masa lampau," ujar warga setempat.
Magetan sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan jejak sejarah panjang, mulai dari era Kerajaan Hindu-Buddha Medang hingga Mataram Islam. Keberadaan Prasasti Tegal Turi memperkuat dugaan bahwa wilayah Maospati telah menjadi pusat kegiatan manusia sejak berabad-abad silam
Hingga kini, usia pasti, makna tulisan, dan kaitan prasasti dengan kerajaan tertentu masih memerlukan penelitian lebih lanjut dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) dan Dinas Kebudayaan.
Pihak masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera melakukan pendataan, perlindungan, dan kajian ilmiah agar warisan leluhur ini tidak hilang dan dapat menjadi edukasi sejarah serta potensi wisata budaya bagi generasi mendatang.
Prasasti Tegal Turi terletak di Desa Mranggen, Maospati, Magetan. Menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya dan identitas lokal.
(Nang)

