Liwetan Akbar Darul Ulum Jombang, Perkuat Silaturahmi dan Kobarkan Semangat Perjuangan Ulama

JOMBANG | Cyberpolri.id – Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Kabupaten Jombang, menggelar Liwetan Akbar sebagai momentum mempererat tali silaturahmi sekaligus merefleksikan perjuangan para ulama dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Kegiatan yang menjadi bagian dari tasyakuran Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis (29/10/2026) malam, pukul 20.00 WIB, di halaman SMA Darul Ulum 2, Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang.

Mengusung semangat kebersamaan dan persaudaraan, kegiatan ini menjadi ruang untuk menyambung kembali silaturahmi antargenerasi serta memperkuat ikatan kekeluargaan di lingkungan pesantren.

Para alim ulama, kiai sepuh, pengasuh pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah turut menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kuatnya hubungan antara pesantren, masyarakat, dan pemerintah dalam menjaga tradisi serta nilai-nilai luhur bangsa.

Dalam sambutannya, Shohibul Bait menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan. Memuliakan tamu, menurutnya, merupakan bagian dari nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga karena membawa keberkahan sekaligus mempererat persaudaraan.

Mengenang Sejarah dan Perjuangan Pesantren

Pondok Pesantren Darul Ulum memiliki sejarah panjang dalam perjalanan pendidikan Islam di Indonesia. Pesantren ini didirikan pada 1885 oleh Mbah Kiai Tamim Irsyad, dengan dukungan menantunya, Kiai Haji Kholil Al-Jureimi.

Sejak awal berdiri hingga kini, Darul Ulum terus berperan dalam membentuk generasi yang berlandaskan ilmu agama, akhlak, dan nilai-nilai kebangsaan. Tradisi pesantren menjadi bagian penting dalam menjaga moral masyarakat sekaligus melahirkan generasi yang siap menghadapi perkembangan zaman.

Momentum Hari Santri Nasional juga menjadi pengingat atas besarnya kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu tonggak sejarah tersebut adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945, yang membangkitkan semangat perjuangan umat dalam mempertahankan kemerdekaan.

Semangat perjuangan tersebut menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam mendalami ilmu agama, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga persatuan, memperkuat kehidupan sosial, dan berkontribusi bagi bangsa.

Liwetan Akbar, Tradisi yang Merawat Persaudaraan

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tradisi Liwetan Akbar menjadi simbol kebersamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesantren. Duduk bersama dan menikmati hidangan dalam suasana kekeluargaan menghadirkan pesan sederhana bahwa persaudaraan perlu dirawat melalui kebersamaan dan kepedulian.

Kegiatan ini juga dibalut dengan nilai-nilai religius melalui pembacaan istigasah dan tahlil bersama. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar Pondok Pesantren Darul Ulum senantiasa diberikan keberkahan dan mampu melanjutkan perjuangan para pendahulu.

Melalui Liwetan Akbar dalam rangka tasyakuran Hari Santri Nasional 2026, keluarga besar Darul Ulum diharapkan semakin solid dalam menjaga tradisi pesantren, mempererat hubungan antarsesama, serta meneruskan nilai-nilai perjuangan ulama kepada generasi mendatang.

Semangat sambung silaturahmi seduluran sak lawase menjadi pesan utama kegiatan ini: menjaga persaudaraan bukan hanya dalam satu momentum, melainkan sebagai ikatan yang terus hidup sepanjang masa.

Ririn

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama