MADIUN | Cyberpolri.id — Di balik rindangnya 5 pohon sawo yang tumbuh di sebelah masjid Desa Bacem, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tersimpan kisah panjang tentang dakwah Islam dan babad alas tanah Jawa.
Senin (26/10/2026)
Masyarakat setempat meyakini, desa mereka tak lepas dari peran seorang ulama kharismatik bernama *Kyai Syech Abdul Rozak*, yang disebut masih keturunan raja dari Garut, Jawa Barat.
Kyai Syech Abdul Rozak datang ke wilayah selatan Madiun untuk menyebarkan agama Islam melalui jalan dakwah yang damai. Di tengah hutan yang masih lebat dan belum berpenghuni, beliau melakukan babad alas — membuka lahan, membangun pemukiman, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada warga sekitar.
Dari perjuangan itulah Desa Bacem kemudian tumbuh dan berkembang hingga seperti sekarang.
Hingga kini, jejak sejarah itu masih terasa. 5 pohon sawo di sebelah masjid dirawat dan dijaga warga sebagai simbol pengingat. Masjid yang berdiri di lokasi tersebut juga diyakini sebagai salah satu peninggalan awal dakwah sang kyai.
Tradisi leluhur pun masih terjaga lestari. Masyarakat lingkungan rutin menggelar doa bersama, tahlil, dan selamatan sebagai bentuk penghormatan kepada pendahulu, sekaligus menjaga harmoni antara nilai agama dan budaya lokal.
Kisah Kyai Syech Abdul Rozak menjadi cerminan bahwa penyebaran Islam di Madiun dilakukan dengan kearifan, keteladanan, dan pendekatan budaya — bukan dengan kekerasan.
Sejarah ini menjadi warisan tak ternilai bagi generasi muda Desa Bacem agar tidak melupakan asal-usul dan tetap menjaga tradisi leluhur yang lestari dan lebih Maju.
*(Nang)*
*"5 POHON SAWO KERAMAT - JEJAK KYAI GARUT DI MADIUN"*

