JOMBANG | Cyberpolri.id – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Jombang menggelar kegiatan Rijalul Ansor, pembacaan Sholawat Nabi, sekaligus tasyakuran Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Masjid Agung Baitul Mukminin, Jombang.
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum memperkuat spiritualitas, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus meneguhkan komitmen kader Ansor dalam menjaga tradisi keagamaan dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Sejumlah alim ulama, jajaran pengurus PC GP Ansor Jombang, serta kader dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan.
Ketua Rijalul Ansor PC GP Ansor Jombang, Gus Didin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar merawat tradisi keagamaan dan membangun kekuatan spiritual kader Ansor.
Menurutnya, Rijalul Ansor menjadi wadah untuk mendekatkan kader dengan para ulama, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui lantunan sholawat, serta memperkokoh landasan keagamaan dalam menjalankan roda organisasi
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang, Taufiki Fakarudin Asilahi, mengajak seluruh kader untuk terus menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa menjadi kader Ansor tidak cukup hanya memiliki identitas organisasi. Lebih dari itu, setiap kader harus menunjukkan komitmen nyata melalui keaktifan, kedisiplinan, dan kontribusi dalam setiap gerakan organisasi.
"Kader Ansor harus senantiasa hadir, aktif, dan mengambil peran. Keberadaan Ansor harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pesannya.
Puncak kegiatan diisi tausiyah oleh Gus Bang. Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh kader Ansor dan Banser untuk senantiasa istiqamah dalam berkhidmah, menghormati para ulama, serta tidak meninggalkan tradisi mengaji sebagai fondasi perjuangan.
Gus Bang juga mengingatkan bahwa tantangan perjuangan generasi sekarang berbeda dengan perjuangan para pendahulu. Jika dahulu para pejuang menghadapi penjajahan, maka generasi saat ini memiliki tugas besar melawan kemiskinan dan kebodohan.
Menurutnya, perjuangan tersebut harus diwujudkan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Perang kalian sekarang bukan lagi melawan penjajah, melainkan melawan kemiskinan dan kebodohan. Karena itu, jangan pernah berhenti mengaji dan menuntut ilmu," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberkahan dalam berorganisasi maupun kehidupan dapat diraih melalui keikhlasan dalam berkhidmah, menjaga hubungan baik dengan para kiai, serta melanjutkan perjuangan para muassis dan pendahulu Nahdlatul Ulama.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Gus Fail, yang akrab disapa Mbah Jahur. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama dalam suasana penuh keakraban.
Melalui kegiatan Rijalul Ansor tersebut, PC GP Ansor Jombang kembali menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya bertumpu pada soliditas kader, tetapi juga pada kedalaman spiritualitas, keluasan ilmu pengetahuan, dan kesetiaan dalam menjaga warisan perjuangan para ulama.
Semangat itulah yang diharapkan menjadi bekal bagi kader Ansor dan Banser untuk terus bergerak, berjuang, serta memberikan pengabdian terbaik bagi agama, bangsa, masyarakat, dan Nahdlatul Ulama.
Ririn

