MADIUN | Cyberpolri.id – Sudah delapan hari lamanya Renanda Maharani Kharisma (20), warga Jalan Tawang Krida, Kelurahan Tawangrejo, Kota Madiun, belum kembali ke rumah.
Gadis yang akrab disapa Risma itu terakhir terlihat pada Senin (3/11/2025) pagi. Saat itu, ia berpamitan kepada ibunya untuk berangkat mengaji sambil mengendarai sepeda listrik warna hijau toska.
“Ia pamit sekitar pukul 08.30 untuk ngaji, lalu katanya mau ke Samudra beli sabun,” ujar sang ibu, Linda Purwati, saat ditemui awak media, Selasa (11/11/2025).
Namun hingga siang hari, Risma tak kunjung pulang. Linda kemudian menyusul ke tempat pengajian di Jalan Trengguli, Kelurahan Oro-Oro Ombo, namun Risma sudah tidak ada di lokasi.
Bersama suaminya, Mula Wardhana, Linda berupaya mencari keberadaan putrinya ke berbagai tempat di Kota dan Kabupaten Madiun, mulai dari alun-alun, masjid besar, hingga kawasan Bantaran.
“Sudah kami cari ke mana-mana, ke rumah saudara juga belum ketemu,” ucap Linda dengan mata berkaca-kaca.
Risma terakhir terlihat mengenakan gamis merah maron, membawa tas ransel abu-abu, dan mengendarai sepeda listrik hijau toska. Sehari-harinya, Risma dikenal rajin mengaji, membantu ibunya memasak, membersihkan rumah, dan berolahraga sore di kawasan Bantaran.
“Dia anaknya penurut. Kalau pergi selalu salim dan pamit,” tutur Linda.
Diketahui, Risma sempat menjalani terapi kejiwaan di RSUD dr. Soedono Madiun akibat depresi setelah gagal masuk Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Namun, kondisinya dikabarkan membaik sejak awal tahun.
“Sejak Mei dia tidak pegang HP, itu saran dokter supaya tidak stres. Jadi memang tidak aktif di media sosial,” jelas Linda.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kartoharjo AKP Satrio Teguh Pranowo membenarkan laporan orang hilang tersebut. Pihak kepolisian telah menyebarkan profil dan ciri-ciri Risma ke masyarakat untuk membantu proses pencarian.
“Profiling sudah dibuat dan disebar. Jika ada yang melihat, bisa langsung menghubungi layanan darurat 110,” ujarnya.
Dari keterangan warga, Risma terakhir terlihat di wilayah Jiwan, Kabupaten Madiun. Hingga kini, polisi terus mempersempit area pencarian dengan menelusuri titik-titik terakhir berdasarkan laporan masyarakat.
(Nang)

