BOYOLALI | Cyberpolri.id — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Boyolali menatap optimistis ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Pada gelaran olahraga tingkat provinsi tersebut, Boyolali menargetkan mampu menembus peringkat sepuluh besar, meningkat dari capaian sebelumnya yang berada di posisi ke-13.
Target tersebut disampaikan Ketua KONI Boyolali, Joko Raharjo, dalam kegiatan Halal Bihalal keluarga besar KONI Boyolali yang digelar di halaman Kantor KONI Boyolali pada Selasa (7/4/2026).
Menurut Joko, peningkatan prestasi tidak dapat dicapai secara instan. Diperlukan komitmen bersama dari seluruh elemen olahraga, mulai dari pengurus, pelatih hingga para atlet yang akan bertanding.
“Target ini bukan sekadar angka. Kami ingin Boyolali mampu menembus sepuluh besar pada Porprov 2026. Kuncinya adalah soliditas, kerja sama, dan konsistensi dalam pembinaan atlet,” ujarnya.
Untuk menghadapi Porprov yang dijadwalkan berlangsung 24–29 Oktober 2026, Boyolali akan menurunkan 267 atlet dari 36 cabang olahraga yang telah dinyatakan lolos kualifikasi. Para atlet tersebut akan dipersiapkan melalui program pembinaan yang lebih intensif dalam beberapa bulan ke depan.
Dari sisi pendanaan, pada tahun 2025 KONI Boyolali mengelola anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung program pembinaan cabang olahraga, peningkatan sarana dan prasarana latihan, hingga pembenahan fasilitas sekretariat.
Sementara itu, untuk menghadapi Porprov 2026, dukungan hibah dari pemerintah daerah telah disiapkan guna memperkuat persiapan atlet agar mampu tampil maksimal saat kompetisi berlangsung.
Bupati Boyolali, Agus Irawan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran. Menurutnya, perhatian dan kedekatan emosional kepada atlet juga menjadi faktor penting dalam membangun semangat juang.
“Jangan hanya bicara anggaran. Atlet juga membutuhkan perhatian, motivasi, dan kebersamaan. Hal-hal itu yang sering kali menjadi energi tambahan bagi mereka untuk berprestasi,” kata Agus.
Ia juga menyinggung keberhasilan sejumlah atlet Boyolali di tingkat nasional, salah satunya dari cabang olahraga balap sepeda yang berhasil meraih medali emas. Capaian tersebut, lanjutnya, menjadi bukti bahwa Boyolali memiliki potensi besar di dunia olahraga.
“Olahraga adalah salah satu cara cepat untuk mengangkat nama daerah. Ketika atlet berprestasi, nama Boyolali juga akan semakin dikenal,” tegasnya.
Kegiatan halal bihalal tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan seluruh insan olahraga di Boyolali serta memperkuat tekad bersama dalam menghadapi Porprov Jawa Tengah 2026 dengan target prestasi yang lebih baik.
(Tim / Red)

