JAKARTA | Cyberpolri.id – Sabtu (11/4/2026),Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kapolri mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) masa bakti 2026–2030. Kegiatan ini mengusung tema “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade” dan digelar di Ruang Cendrawasih, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat.
Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI hadir langsung membuka acara tersebut. Turut hadir Menteri Pemuda dan Olahraga, Kapolri, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero).
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama sejumlah pejabat menerima plakat penghargaan dari PB IPSI. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan, pembinaan, dan pengembangan pencak silat di Indonesia yang melibatkan 840 perguruan atau organisasi.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai bagian dari budaya bangsa.
“Kenapa pencak silat harus kita jaga, lestarikan, dan bina? Karena pencak silat adalah bagian dari budaya, bagian dari ilmu kesatria,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Presiden menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung IPSI dan olahraga pencak silat, meskipun ke depan tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum.
“Banyak tugas PB IPSI ke depan. Saya minta maaf belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita akan terus berusaha, dan saya yakin pasti bisa,” lanjutnya.
Presiden juga menambahkan bahwa pencak silat telah banyak mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui raihan berbagai medali emas, perak, dan perunggu.
“Kita berharap pencak silat dapat masuk Olimpiade, dan kita yakin hal itu bisa terwujud,” pungkasnya.
TNI sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan generasi muda melalui olahraga, sekaligus melestarikan dan mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa, guna mendorong prestasi di tingkat dunia dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
(Nang)


