Ritual Pengangkatan Kayu Berusia 500 Tahun Jadi Puncak Mauludan Sakral di Situs Balong Kramat Tuk

CIREBON | Cyberpolri.id — Tradisi mauludan tahunan di Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, kembali digelar dengan khidmat pada 30 Agustus–2 September 2026. Puncak perayaan tahun ini ditandai dengan prosesi pengangkatan sebuah kayu mati berusia lebih dari 500 tahun dari Situs Balong Kramat Pangeran Pancur Jaya—sebuah ritual sakral yang menjadi magnet budaya dan sejarah bagi masyarakat setempat maupun pengunjung dari daerah lain.

Agenda tiga hari itu dibuka dengan pentas seni kolaboratif dari berbagai sanggar se‑Kecamatan Kedawung, menampilkan tari tradisional dan pagelaran seni siang‑malam yang memeriahkan suasana. Pada hari kedua dilaksanakan rangkaian ritual keluarga dan kegiatan keagamaan bersama unsur desa serta keluarga besar keraton—termasuk perwakilan Keraton Kanoman, Kesepuhan, Kacirebonan, Keprabonan, dan Gunung Jati—serta tamu dari Kabupaten Kuningan, Indramayu, dan sejumlah budayawan dari Jakarta.

Menurut Mas Raden Suparja, tokoh masyarakat sekaligus kuncen Situs Balong Kramat Tuk Pangeran Pancur Jaya, tradisi ini mengandung nilai historis kuat. Ia menceritakan bahwa situs tersebut terkait dengan jejak para wali yang menyebarkan Islam di wilayah Cirebon. Konon, ada kisah seorang pertapa yang menancapkan tongkatnya di tanah; tak lama kemudian mata air memancar dan terus mengalir hingga kini. Kayu yang diangkat pada puncak acara dikenal sebagai "Pangeran Pancur Jaya", diperkirakan berusia sekitar 500 tahun dan dipandang sakral oleh warga setempat.

Puncak perayaan pada Rabu malam (2/9) menampilkan prosesi pengangkatan kayu, dilanjutkan kirab pusaka yang mengelilingi desa sebelum kembali ke Balong Kramat. Tradisi ritual dan kirab ini bukan hanya seremoni keagamaan, melainkan juga wujud pelestarian warisan budaya dan identitas komunitas desa Tuk.

Pemerintah desa Tuk menjalankan acara dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Cirebon, termasuk Bupati dan Wakil Bupati, serta Dinas Pemuda dan Olahraga. Kehadiran perwakilan kementerian, tokoh keraton, budayawan, dan peserta dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menegaskan nilai strategis acara ini—bukan sekadar perayaan lokal, tetapi juga ajang pelestarian nilai sejarah dan kearifan lokal yang menarik minat peneliti dan pemerhati budaya.

Selain upacara dan pentas seni, rangkaian mauludan diisi dengan tahlil bersama dan doa kolektif menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang berlangsung turun‑temurun ini dipertahankan sebagai bagian penting tradisi spiritual dan sosial masyarakat Desa Tuk.

Ritual pengangkatan kayu berusia ratusan tahun di Balong Kramat Tuk yang hanya digelar tiap tahun menjadi daya tarik tersendiri karena keunikannya—sebuah praktik sakral yang jarang ditemui di tempat lain. Tradisi ini terus dijaga generasi penerus sebagai pengikat memori kolektif, sekaligus pengingat akan akar sejarah Islam dan kebudayaan di kawasan Cirebon.

Imam r

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama