BOJONEGORO | Cyberpolri.id – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-TK) Universitas Bojonegoro (UNIGORO) Kelompok 21 Grup Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) menggelar rapat pemantapan program kerja pembuatan agen hayati sebagai bagian dari upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Rapat berlangsung di Warung Joglo, Bojonegoro, pada Rabu malam (22/7/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Grup Gapoktan KKN-TK UNIGORO Kelompok 21 yang akan melaksanakan pengabdian di Desa Kalirejo. Agenda utama rapat adalah mematangkan konsep pelaksanaan pelatihan dan pembuatan agen hayati bersama Gapoktan sebagai salah satu program unggulan kelompok selama masa KKN.
Dalam rapat, peserta membahas berbagai aspek teknis, mulai dari penyusunan jadwal kegiatan, kebutuhan alat dan bahan, pembagian tugas setiap anggota, hingga strategi pelaksanaan agar kegiatan berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.
Ketua Grup Gapoktan KKN-TK UNIGORO Kelompok 21 Muhadi, mengatakan bahwa program agen hayati dipilih sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Program agen hayati merupakan salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan petani mengenai pemanfaatan agen hayati sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung produktivitas pertanian. Melalui persiapan yang matang, kami optimistis program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kalirejo," ujar Muhadi.
Selain membahas teknis pelaksanaan, rapat juga menjadi forum koordinasi untuk memperkuat sinergi antaranggota agar seluruh rangkaian program kerja dapat terlaksana secara terarah, efektif, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Program pelatihan dan pembuatan agen hayati merupakan salah satu inovasi yang diusung Grup Gapoktan KKN-TK UNIGORO Kelompok 21 dalam mendukung penerapan pertanian berkelanjutan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas petani dalam memanfaatkan mikroorganisme hayati sebagai alternatif pengendalian hama dan peningkatan kesuburan tanah, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, Grup Gapoktan KKN-TK UNIGORO Kelompok 21 optimistis pelaksanaan program agen hayati akan menjadi salah satu wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan pertanian yang produktif, sehat, dan berkelanjutan. (dien/red)

